Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Monday, 13 Jumadil Akhir 1440 / 18 February 2019

Nasib Partai Golkar Pascaditinggal Keluarga Cendana

Rabu 13 Jun 2018 16:07 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso berfoto bersama dengan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) yang baru bergabung ke Partai Berkarya di Yogyakarta, Senin (11/6).

Siti Hediati Hariyadi (Titiek soeharto).

Foto:
Titiek Soeharto yang mewakili Keluarga Cendana hijrah dari Golkar ke Partai Berkarya.

Politikus Partai Golkar Idrus Marham menghormati kepindahan Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto ke Partai Berkarya. "Jadi, masalah Mbak Titiek ini ya sudah setiap warga negara memiliki hak di dalam menentukan pilihan-pilihan politiknya," kata Idrus yang juga Menteri Sosial itu, di Jakarta, Selasa (12/6).

Menurut Idrus, kepindahan Titiek itu adalah hak dan pilihannya. "Jadi, itu saja kalau orang menggunakan hak dalam menentukan pilihannya pindah partai ya kami harus hormati karena setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan-pilihan politiknya," ujar Idrus.

photo

Politikus Partai Golkar yang juga Menteri Sosial, Idrus Marham.

Idrus bahkan sempat tidak percaya Titiek Soeharto hengkang dari Partai Golkar. Ia berharap Titiek hanya bercanda.

"Saya enggak percaya itu, mungkin Mbak Titiek main-main kali, guyon kali ya," kata Idrus, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (12/6).

Bagi Idrus, keluarga Soeharto, termasuk Titiek Soeharto, adalah para pendiri dan perintis Partai Golkar sejak zaman Orde Baru itu. "Jadi, kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir mengkhianati ya, mengkhianati orang tua yang merintis ini dan lain-lainnya," kata Idrus.

Idrus mengaku tetap tidak memercayai Titiek pindah ke partai lain. “Setahu saya, selama ini Mbak Titiek adalah salah seorang putri almarhum Bapak Pembangunan. Pak Harto itu betul-betul tecermin pada diri Mbak Titiek. Jadi, saya enggak percaya Mbak Titiek mundur," ujarnya menambahkan.

Namun, mantan sekjen Partai Golkar itu enggan menjawab lebih lanjut apakah kepindahan Titiek itu disayangkan oleh partai berlambang pohon beringin tersebut. "Sudahlah, saya ini Mensos," kata dia.

 Golkar tidak pernah lagi menjual masa lalu, tetapi menawarkan masa depan, ujar Sarmuji.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan, pihaknya masih belum menerima surat resmi pengunduran diri Titiek. Hasan juga tidak memungkiri kemungkinan ada pengaruh elektabilitas Partai Golkar akibat hengkangnya Titiek.

"Kami menilai bahwa kepindahannya bagian dari dinamika politik yang kerap kali terjadi terhadap Partai Golkar pascareformasi," ungkap Hasan dalam pesan singkatnya.

Kendati demikian, kata Hasan, pihaknya tidak perlu meratapi kepindahannya. "Kami harus sikapi dengan terus konsisten dengan program konsolidasi partai dan menjaga soliditas," katanya. Dengan cara itu, lanjutnya, pihaknya bakal menutupi kekurangan akibat peristiwa keluarnya Titiek dari Partai Golkar.

Hasan menyebut Partai Golkar memiliki kader yang militan dan loyal. Sehingga, kader Golkar tidak akan terpengaruh dan mudah pindah karena mengejar jabatan. Hal itu diungkapkan Hasan menyusul pernyataan Priyo Budi Santoso bahwa akan ada bedol desa kader Golkar ke Berkarya pascakepindahan Titiek Soeharto ke Berkarya.

"Kita lihat saja, Partai Golkar masih banyak memiliki kader yang militan, loyal, dan mengakar, yang tidak hanya mengejar jabatan sehingga mudah pindah partai," ujar Hasan kepada wartawan, Selasa (12/6).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES