Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Doa Asyik untuk Rindu demi Jawa Barat yang Maju

Senin 09 Jul 2018 17:36 WIB

Rep: Zuli Istiqomah, Arie Lukihardianti/ Red: Andri Saubani

Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) menemui Ridwan Kamil untuk mengucapkan selamat atas kemenangan dalam Pilgub Jawa Barat berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Jawa Barat.

Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) menemui Ridwan Kamil untuk mengucapkan selamat atas kemenangan dalam Pilgub Jawa Barat berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Jawa Barat.

Foto: Republika/Zuli Istiqomah
KPU Jabar menyatakan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menang di Pilgub Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemandangan menyejukkan terjadi di  Cafe Bali Jalan LLRE Martadinata (Riau), Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) Senin (9/7). Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jabar, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) menemui gubernur terpilih Ridwan Kamil.

Secara langsung, Asyik menyampaikan ucapan selamat atas hasil rapat pleno KPU Jabar yang telah menyatakan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) menang pada Pilgub Jawa Barat 2018. Asyik menitipkan kepada pasangan Rindu agar bisa menjadikan Jabar provinsi termaju.

"Saudara kita Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, saya dan Ahmad Syaikhu menyampaikan selamat atas terpilihnya saudara menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018-2023," ujar Sudrajat, Senin.

"Kami pun mendoakan Ridwan Kamil dan Uu untuk selalu sukses memimpin Jabar lima tahun ke depan," kata Sudrajat, menambahkan.

Ketiganya sempat berbincang-bincang sejenak sebelum menyampaikan keterangan. Tanpa disengaja, mereka juga kompak mengenakan kemeja berwarna sama, yaitu biru muda.

Sudrajat mengatakan, pasangan Rindu merupakan hasil pilihan masyarakat Jabar. Karena itu, setelah resmi memenangkan kompetisi Pilgub Jawa Barat 2018, Rindu harus didukung untuk membuat kemajuan di Jabar.

“Saya yakin dengan kepemimpinan beliau, Jawa Barat akan menjadi masyarakat yang betul-betul maju," kata Sudrajat.

Ia mengungkapkan, pemimpin harus memberikan perilaku yang menjadi contoh bagi masyarakat. Meski Asyik kalah, bukan berarti silaturahim harus terputus.

Bahkan, Sudrajat mengatakan, sudah seharusnya ia tetap mendukung dan membantu jika dibutuhkan. Menurutnya, semua calon gubernur yang kemarin berkompetisi memiliki niat yang sama untuk memajukan Jawa Barat.

"Jauhkan perselisihan dan persengketaan selama kita berkompetisi,” ujar dia.

Sudrajat pun menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga atas segala upaya dan perjuangan semua pihak. Terutama tim pemenangan dan simpatisan dalam mendukung Asyik, yang sudah berjuang dan berkorban waktu, tenaga, uang, dan materi.

"Prestasi ini mari kita simpan, pelihara, dan tingkatkan. Jaga konstituen untuk bisa meluluskan cita-cita yang belum selesai di masa datang. Berjuang terus," katanya.

Modal Pilpres 2019

Sudrajat mengatakan, hasil rekapitulasi penghitungan Pilgub Jabar dari KPU yang menempatkannya di urutan kedua bukan sebagai kekalahan. Sebaliknya, raihan suara yang didapatkan merupakan sebuah prestasi.

Prestasi yang dimaksud adalah capaian dan peningkatan elektabilitas secara signifikan setelah elektabilitas terdongkrak yang awalnya hanya 4 persen pada Februari 2018 menjadi 28 persen pada 27 Juni 2018. Asyik pun berada di urutan kedua dengan raihan 28 persen.

"Saya tidak pernah bilang ini satu kekalahan, tapi pelajaran. We never lose, but just learn," ujar Sudrajat kepada wartawan, Senin (9/7).

Ketua Tim Pemenangan Asyik, Haru Suandharu menyatakan bahwa semua menyandari Pilkada 2018 erat kaitannya dengan pilpres. "Kita tidak bisa mundur lagi, tahapan pileg pilpres sebentar lagi. Raihan ini jadi modal sekaligus aset partai pengusung. Kami yakin, ini akan berkontribusi besar," katanya.

Seperti diketahui, berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan KPU Jabar pada Ahad (8/7), pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum menang dalam Pilgub Jabar. Mereka meraih suara sebanyak 7.226.254 atau 32,88 persen.

Di urutan kedua adalah pasangan Sudrajat-Ahmad dengan 6.317.465 suara (28,74 persen). Kemudian pasangan Deddy-Dedi mendapat 5.663.198 suara (25,77 persen), dan di posisi terakhir pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dengan raihan suara 2.773.078 (12.62 persen). Total suara sah sebanyak 21.979.995 (100 persen).

photo
Hasil Hitung Cepat Pilgub Jabar Versi KPU

Baca juga:

Apa yang dilakukan pasangan Asyik dengan mendatangi langsung Ridwan Kamil pada hari ini menunjukkan kebesaran hati dan layak dicontoh oleh pihak yang kalah di pilkada lainnya di Indonesia. Terlebih, Pilgub Jabar menjadi salah satu dari sekian pilkada yang dinilai rawan oleh Mabes Polri.

Masih segar dalam ingatan saat terjadi kericuhan pada debat publik pertengahan Mei lalu. Pemicunya, kala pasangan Asyik mengeluarkan kaus #2019GantiPresiden menyulut kemarahan pendukung pasangan lain. Untungnya, kericuhan tak merembet hingga keluar ruang debat.

Ridwan Kamil pun mengapresiasi pasangan Asyik yang dengan legawa menemui dan memberinya ucapan selamat. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk bersilaturahim dan saling mendukung memajukan Jawa Barat.

“Tentunya, kita syukuri bersama karena kompetisi telah berakhir," kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Emil berharap, ke depannya bisa saling bersinergi membawa perubahan bagi Jawa Barat. Tidak hanya bagi para calon gubernur yang berkompetisi, tetapi juga para pendukungnya.

“Kita bersama-sama bergandengan tangan untuk membangun jawa barat lima tahun ke depan," tutur Emil.

photo
Move On dari Pilkada

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA