Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Pilih Taufik atau Sara atau Syaikhu atau Agung untuk DKI 2

Kamis 27 Sep 2018 07:01 WIB

Rep: Sri Handayani, Bayu Adji P, Umar Mukhtar, Farah Noersativa/ Red: Ratna Puspita

Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Anggota Komisi VIII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Partai pengusung hanya dapat ajukan 2 nama ke Anies yang meneruskan ke DPRD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kandidat calon wakil gubernur DKI Jakarta bertambah satu orang. Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menambah persaingan untuk mengisi kursi orang nomor dua di DKI.

Posisi wagub DKI kosong seusai Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri dan memutuskan maju sebagai cawapres 2019 mendampingi Prabowo. PKS dan Gerindra, sebagai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga di Pemilihan Gubernur DKI 2017, punya hak mengusulkan kadernya masing-masing untuk menjadi cawagub DKI.

DPP PKS mengusulkan dua nama, yakni mantan wakil wali kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto. DPP Partai Gerindra belum memunculkan nama kader untuk mengisi kekosongan jabatan wagub DKI.

Namun, DPP Gerindra sudah menerima usulan kader yang akan mendampingi Anies hingga 2022. Nama pertama yang muncul, yakni Taufik, yang diusulkan oleh DPD Gerindra DKI yang diketuai oleh dia. 

Selain Taufik, beberapa hari yang lalu muncul satu nama Rahayu atau Saraswati atau biasa disapa Sara. Sara adalah anak Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Hashim adalah adik Prabowo.

Keluarga Djojohadikusumo lain yang juga menjadi kader Gerindra, yakni Aryo Djojohadikusumo. “Ini bukan diajukan dari saya atau keluarga," kata Sara saat dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (26/9).

Anggota Komisi VIII DPR itu menerangkan namanya diusulkan oleh dua sayap partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira). Sara mengaku tidak menyangka dukungan untuknya begitu besar meski ia tidak punya ambisi untuk mengisi posisi orang nomor dua di DKI itu. 

"Pekan lalu tiba-tiba jadi viral mungkin juga karena semangat dari teman-teman," kata Sara.

Sara mengatakan ia sangat mengapresiasi dan merasa sangat terhormat atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh Tidar dan Gekira. Menurut Sara, pekerjaan menjadi wagub DKI bukan hal yang ringan. Namun, dia mengaku siap menjadi pelayan rakyat dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di level yang berbeda.

Dengan catatan, ia mengatakan, partai memberikan mandat kepadanya untuk mengemban jabatan tersebut. "Saya terus menyampaikan kepada teman-teman, kami harus menyadari dan menghormati mekanisme yang berjalan di partai. Bahwa keputusan dan wewenang hanya ada di pimpinan partai," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA