Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Rabu, 17 Jumadil Awwal 1440 / 23 Januari 2019

Kronologi Perubahan Visi dan Misi Prabowo-Sandi

Jumat 11 Jan 2019 13:47 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/Febrianto Adi Saputro/Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Pendaftaran Calon Presiden Prabowo. Pasangan Capres-Cawapres Prabowo (kiri) dan Sandiaga Uno berfoto usai  menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) di KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8).

Pendaftaran Calon Presiden Prabowo. Pasangan Capres-Cawapres Prabowo (kiri) dan Sandiaga Uno berfoto usai menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) di KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8).

Foto: Republika/ Wihdan
KPU menolak perubahan visi dan misi yang diajukan kubu Prabowo-Sandi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menjelaskan soal kronologi perubahan visi dan misi pasangan calon (paslon) capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Arief, dokumen visi, misi, dan program paslon capres-cawapres diserahkan pada saat pendaftaran kandidat tersebut. Arief juga mengungkapkan sempat ada kesalahan saat mengunggah dokumen visi-misi paslon Prabowo-Sandiaga Uno.

Arief menegaskan pihaknya tidak menolak pengajuan revisi visi-misi paslon nomor 02 itu. "Istilahnya bukan begitu. Melainkan KPU hanya menerima seluruh dokumen pendaftaran di masa pendaftaran (capres-cawapres). Nah, dokumen pendaftaran itu salah satunya adalah dokumen visi-misi dari paslon capres-cawapres," ungkap Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Dengan kata lain, Arief menegaskan jika KPU sudah menerima dokumen visi dan misi pada saat pendaftaran capres-cawapres, Agustus 2018 lalu. Jika sempat ada perbaikan visi dan misi yang terunggah oleh KPU, hal tersebut menurutnya hanyalah kesalahan.

Sebelumnya, dokumen perbaikan visi-misi dari tim Prabowo-Sandiaga Uno sempat diunggah di laman resmi KPU pada Kamis (9/1). Menurut Arief, unggahan itu sudah diturunkan.

Menurut dia, ada kesalahan pemahaman soal visi-misi dan pelaksanaan debat capres-cawapres. "Kemarin, teman-teman (staf KPU) itu salah memahami. Dikiranya ada dokumen visi-misi untuk debat. Padahal tidak," tegas Arief.

Untuk pelaksanaan debat capres-cawapres nanti, lanjut Arief, KPU meminta kepada panelis untuk menajamkan visi dan misi lewat pertanyaan yang mereka susun.

"Visi-misi yang sudah diserahkan (kepada KPU pada saat pendaftaran capres-cawapres) itulah yang diserahkan ke panelis sebagai bahan untuk menyusun kisi-kisi pertanyaan debat capres nanti," tambahnya.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan perubahan visi dan misi pasangan capres-cawapres sudah tidak diperbolehkan untuk saat ini. Dengan demikian, perbaikan visi dan misi yang sempat disampaikan oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno juga tidak bisa diterima oleh KPU.

Wahyu mengungkapkan kronologi permohonan penggantian visi dan misi oleh Paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. "Pada 9 Januari 2019, BPN paslon 02 bersurat kepada KPU. Dalam surat itu pada intinya menyerahkan dokumen berisi visi-misi program. Karena itu surat resmi, maka kita juga akan menjawab secara resmi pula," ujar Wahyu ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/1) siang.

Namun, Wahyu menegaskan KPU berpandangan bahwa visi, misi dan program merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Sementara itu, ahapan pencalonan capres-cawapres itukan sudah jauh berlalu.

Baca juga: Islamnya Jagoan Kota Makkah

Baca juga: Memetik Ilham dari Ustaz Arifin Ilham

Dokumen visi dan misi terdahulu dari pihak Prabowo-Sandiaga juga sudah dipublikasikan melalui laman resmi KPU. Dokumen ini pun sudah menjadi alat peraga kampanye yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat luas.

"Ya, tentu menjadi tidak diperbolehkan (perubahan visi-misi). Karena itu tadi, sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Dan pada saat pendaftaran itu juga ada tenggat waktu untuk memperbaikinya, prinsipnya tahapan sudah terlewati," tegas Wahyu.

Terkait itu, Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN, Hidayat Nur Wahid justru tak mempermasalahkan hal tersebut. "Ya nggak apa-apa. Menurut saya sih pada hakikatnya kan perubahan prinsip kan nggak, hanya penajaman dan lebih fokus lagi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (11/1).

Ia menjelaskan, tidak diterimanya usulan perubahan visi-misi tersebut oleh KPU bukan berarti visi-misi Prabowo-Sandiaga berubah secara prinsip. Hanya saja, lanjutnya, pengajuan itu dibuat hanya untuk lebih memadatkan dari apa yang sudah ada. 

"Tak berubah sama sekali. Itu kan kemarin diajukan karena berdasarkan aspirasi dari masyarakat, sehingga dimasukkan dan dipadatkan lagi. Tapi tak berubah secara prinsip," jelas politikus PKS tersebut.

BPN menyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada KPU jika pengusulan tersebut dianggap merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendaftaran. Namun ia menganggap KPU seharusnya konsisten terhadap aturan tersebut. Pasalnya setelah berakhirnya pendaftaran, beberapa hal seperti nomor urut dan foto kandidat capres cawapres masih bisa berubah.

"Jadi harusnya juga KPU konsisten kalau itu masih dimungkinkan," tuturnya.

Sementara,  Koordinator Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan bahwa BPN mengajukan perubahan visi-misi capres cawapres ke KPU. Ia mengungkapkan ada beberapa alasan kubu Prabowo-Sandiaga mengubah visi-misi tersebut.

"Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi Ingin ada perbaikan pada empat hal," kata Dahnil, Kamis (10/1).

Pertama, Prabowo-Sandiaga ingin visi misi dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Kedua, perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

"Di mana perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33," katanya.

Ketiga, tujuan diubahnya visi-misi tersebut adalah untuk memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandiaga yang ingin menghadirkan pemerintahan yang aman adil, dan makmur untuk semua rakyat. Keempat, ia menuturkan ada perubahan layout pada visi misi yang baru.

"Ada perubahan layout agar lebih menarik," ungkapnya.

photo

Infografis debat perdana capres-cawapres.

Tanggapan Kubu Jokowi-Ma'ruf

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Ace Hasan Syadzily menilai perubahan visi misi Prabowo-Sandi sangat signifikan. Dia mengatakan, perubahan itu bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu untuk eye catching seperti yang disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi.

"Dahnil anggap publik bisa ditipu dengan kemasan kardus berisi visi-misi dengan tampilan estetika baru. Polesan kemasan tidak akan bisa menutupi substansi yang ditampilkan," kata Ace Hasan Syadzily di Jakarta, Jumat (11/1).

Ace mengatakan, masyarakat dapat melihat sama-sama kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo-Sandi. Dia mengungkapkan, hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar  7,98 persen yang persis sama dengan visi-misi lama. Sebaliknya, dia melanjutkan, yang paling penting untuk diketahui publik 116 dari 238 agenda aksi  atau sekitar 48,74 persen adalah agenda aksi yang  baru sama sekali.

"Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih," katanya.

Ace melanjutkan, satu lagi yang menarik adalah banyak agenda aksi baru yang menjiplak visi misi paslon 01 dan menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Pak Jokowi. Dia mencontohkan, seperti mengubah Paradigma Sehat menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang mana program ini sudah dijalankan Jokowi dalam 4 tahun terakhir dan termuat dalam visi-misi paslon 01.

Ace mengaku banyak menemukan agenda aksi yang dihapus dalam visi-misi baru. Dia mengatakan, agenda aksi yag dihapus, misalnya soal outsourching, mencegah defisit BPJS, menghapus memastikan ketersedian obat di fasilitas pelayanan kesehatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas dan banyak lagi yang lain.

"Ini artinya paslon 02 menarik janji-janjinya yang bombastis. Karena mereka juga tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan," katanya.

Politikus Golkar itu mengemukakan, bahhkan dalam dokumen baru mereka menghapus rumusan Trisakti dengan menghilangkan kalimat "berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya". Menurutnya, ini cukup fundamental mengingat apakah Visi yang menjadi mimpi besar saja bisa diubah-ubah begitu saja.

"Jadi salah besar narasi yang dibangun oleh timses paslon 02 bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekedar revisi. Yang mereka lakukan adalah merombak total visi-misi lama dengan cara menjiplak," katanya.

Baca juga: Yusril: Polisi Sebaiknya Abaikan Laporan Terhadap Tengku

Baca juga: Capres-Cawapres Diberikan Daftar Pertanyaan Sebelum Debat

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA