Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Efek Ole Gunnar Solskjaer

Senin 11 Feb 2019 05:04 WIB

Red: Andri Saubani

Ole Gunnar Solskjaer (tengah) dan Marcus Rashford (kanan).

Ole Gunnar Solskjaer (tengah) dan Marcus Rashford (kanan).

Foto: AP Photo/Tim Ireland
MU meraih 10 kemenangan dari 11 laga di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Frederikus Bata

Ole Gunnar Solskjaer telah membuat laju Manchester United belum terhentikan. Teranyar, MU menunjukkan kedigdayaan ketika bertamu ke markas Fulham pada pekan ke-26 Liga Primer Inggris.

Armada Iblis Merah unggul tiga gol tanpa balas di Stadion Craven Cottage, Sabtu (9/2) malam WIB. Solskjaer menorehkan rekor apik usai pertandingan tersebut. Juru taktik asal Norwegia membawa United meraih 10 kemenangan dari 11 laga. Sisanya berakhir imbang. Itu terjadi di berbagai kompetisi.

"Bukan saya yang membuat perbedaan di klub ini, tapi seluruh tim. Kami bersama-sama," kata Solskjaer, dikutip dari Reuters, Ahad (10/2).

Solskjaer menegaskan, tak ada satu pun yang menonjol dalam sebuah tim. Situasi demikian terasa ketika MU membungkam Fulham. Menurut Solskjaer, sepanjang 80 menit, timnya bermain fantastis lewat kerja keras semua penggawa the Red Devils.

Juru taktik 45 tahun baru saja terpilih sebagai pelatih terbaik bulan Januari versi Barclays. Bukan kebetulan, mantan anak asuh Sir Alex Ferguson meraih predikat tersebut. Di tangannya, MU kian merangsek ke papan atas klasemen sementara kompetisi terelit negeri Ratu Elisabeth.

Marcus Rashford terpilih sebagai penyerang terbaik. Hanya saja saat jumpa the Cottages, striker tim nasional Inggris itu tidak diturunkan. Masalah cedera membuat yang bersangkutan, di istirahatkan.

Paul Pogba menjadi momok bagi pertahanan tuan rumah. Berkali-kali kreasinya mampu membongkar lini belakang the Whites. Hingga akhirnya ia terpilih sebagai man of the match berkat sumbangan dua gol.

"Selalu bagus untuk mencetak gol, tapi yang paling penting tim meraih kemenangan," kata gelandang tim nasional Perancis, dikutip dari laman resmi United.

Sejauh musim ini berjalan, Pogba telah mencetak 13 gol untuk MU di berbagai kompetisi. Sepanjang karernya, itu jumlah gol tertinggi eks Juventus  tersebut dalam setahun.

Musim ini belum berakhir. Pembendaharaan gol Pogba diprediksi masih bisa bertambah. Sang gelandang seolah hidup kembali.

Pasalnya pada era Jose Mourinho, Pogba tak kelihatan batang-hidungnya. Ia lebih banyak menghuni bangku cadangan. Solskjaer penyelamat pria 25 tahun itu.

Masuk zona Liga Champions

Hasil laga pada pekan ke-26, membuat Iblis Merah naik ke posisi keempat klasemen sementara Liga Inggris. Dengan mengantongi 51 poin dari 26 laga, Iblis Merah unggul sebiji angka di atas Chelsea di tangga kelima.

Hanya saja situasi ini bisa berubah, andai Chelsea mengalahkan atau minimal menahan imbang Manchester City, maka the Blues kembali ke zona empat besar. Duel London Biru kontra the Citizens berlangsung di Stadion Etihad, Manchester, Ahad (10/2) malam WIB.

"Ini pertanda baik. Memberi kami kepercayaan diri," ujar Pogba.

Manchester United memiliki modal apik jelang babak 16 besar Liga Champions. Skuat Iblis Merah bertemu Paris Saint Germain. Leg pertama berlangsung di Stadion Old Trafford, Rabu (13/2) dini hari WIB.

Kubu PSG patut waspada. Para manchunian bakal memenuhi Theatre of Dreams. Kemudian tim tamu tidak diperkuat Neymar dan Silva jr.

Belum lagi, bicara tentang Solskjaer efek. Ketika mantan legenda duduk di kamar ganti iblis merah, hasilnya nyata. MU terus mengukir Kemenangan di kancah domestik.

Duel kontra Les Perisiens jadi ujian penting pria Norwegia. Khususnya di sebuah partai level tertinggi. Adu taktik antara Solskjaer dengan Tuchel bakal tersaji di Old Trafford. Kemudian perang bintang  jadi bumbu lain, minus Neymar.

[videografis] Tren Kemenangan MU dan Gol Pertama Inter di 2019

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES