Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Kesepakatan-Kesepakatan Arab Saudi dan India

Kamis 21 Feb 2019 07:03 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Elba Damhuri

Presiden India Narendra Modi menyambut Pangeran Muhammad bin Salman di Bandara.

Presiden India Narendra Modi menyambut Pangeran Muhammad bin Salman di Bandara.

Foto: AP/Manish Swarup)
Arab Saudi membidik investasi 100 miliar dolar AS di India dalam dua tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) mengumumkan kesepakatan yang ditandatangani setelah bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi, Rabu (20/2). Dalam kunjungan MBS selama dua hari sejak Selasa (19/2), kedua negara telah menandatangani lima kesepakatan bidang infrastruktur, investasi, pariwisata, perumahan, komunikasi, dan kesepakatan untuk membentuk "dewan kemitraan strategis".

MBS mengatakan, ia membidik investasi senilai 100 miliar dolar AS di India dalam jangka waktu dua tahun ke depan. Perdagangan kedua negara mencapai 27,5 miliar dolar AS pada tahun lalu.

"Hari ini kami akan membidik peluang di India dalam berbagai bidang hingga mencapai nilai 100 miliar dolar AS dalam waktu dua tahun mendatang. Kami ingin bekerja sama dengan Anda, Tuan Perdana Menteri, untuk memastikan bahwa investasi ini dilakukan dan untuk memastikan hasil yang bermanfaat bagi kedua negara," kata MBS dalam konferensi pers bersama, Rabu.

Perusahaan minyak dan gas alam raksasa milik Saudi, Aramco, juga menjalin pembicaraan dengan Reliance Industries Ltd milik India. Keduanya membahas kemungkinan investasi dan mencari peluang kerja sama lainnya.

India menggambarkan Arab Saudi sebagai pilar utama, terutama dalam ketahanan energi. Sekitar 17 persen minyak mentah dan sepertiga gas alam cair India diimpor dari Saudi.

Dalam paket lawatan MBS kali ini, ia menyasar tiga negara, yaitu Pakistan, India, dan kemudian Cina. Sebelum ke India, MBS melawat ke Pakistan dan menandatangani kesepakatan investasi senilai 20 miliar dolar AS.

India dan Pakistan telah menantikan kucuran investasi Saudi dalam kunjungan MBS. Ini adalah kunjungan pertama kali MBS ke kawasan ini, sejak pembunuhan wartawan Washington Post, Jamal Khashoggi, 2 Oktober silam.

Pembunuhan tersebut diyakini melibatkan petinggi Saudi dan diduga dilakukan sepengatahuan MBS. Isu tersebut telah membuat hubungan Saudi dan Barat menjadi tegang.

Laman Aljazirah melaporkan, Modi bahkan melanggar protokoler dengan bertemu langsung untuk menyambut MBS di Bandara New Delhi, Selasa (19/2). Modi lalu memeluk MBS.

Seorang perdana menteri seharusnya bertemu pemimpin asing dalam upacara resmi di istana kepresidenan dan bukan di landas pacu bandara seperti yang dilakukan Modi terhadap MBS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA