Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Cina Terbuka Jadi Bukti Predikat Ginting: 'Pembunuh Raksasa'

Jumat 21 Sep 2018 19:52 WIB

Rep: Antara, Bilal Ramadhan, Fitriyanto/ Red: Andri Saubani

Pemain Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mampu mengalahkan pemain Cina, Chen Long di perempat final China Open 2018, Jumat (21/9).

Pemain Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mampu mengalahkan pemain Cina, Chen Long di perempat final China Open 2018, Jumat (21/9).

Foto: Humas PBSI
Anthony Ginting ke semifinal Cina Terbuka 2018 setelah mengalahkan Chen Long.

REPUBLIKA.CO.ID, CHANGZOU -- Atlet tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting membuktikan dirinya layak menyandang predikat sebagai 'pembunuh raksasa' di medan laga bulu tangkis. Ginting, pada Jumat (21/9) menaklukkan pemain unggulan tuan rumah turnamen Cina Terbuka 2018, Chen Long pada babak perempat final.

Anthony Ginting, seperti dipantau dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), mengalahkan Chen Long pada laga selama 85 menit melalui tiga gim 18-21, 22-20, 21-16. Kemenangan itu menjadi kemenangan kelima Ginting atas Chen Long yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 setelah kemenangan pada Asian Games 2018 dalam dua gim langsung 21-19, 21-11.

Pada Cina Terbuka tahun ini, jalur Ginting menuju juara terbilang terjal. Pada laga pertama, Ginting langsung bertemu dengan legenda bulu tangkis Cina, Lin Dan pada Selasa (18/9).

Ginting berhasil mengalahkan Lin Dan lewat rubber gim 22-24, 21-5, 21-19. Setelah Lin Dan, giliran jagoan Denmark yang juga unggulan pertama pada turnamen ini, Viktor Axelsen. Namun, Ginting tetap berjaya lewat kemenangan dua gim langsung, 21-18, 21-17.

"Saya melihat kondisi lapangan memang berbeda dengan turnamen di Jepang. Lawan Chen Long lagi, dicoba lagi. Saya hanya fokus pada satu per satu pertandingan," kata Anthony setelah pertandingan menghadapi Axelsen, Kamis seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Undian yang kurang menguntungkan, dijawab Ginting dengan penampilan gemilang. Atlet putra Merah-Putih yang menempati peringkat 13 dunia itu tampil mengesankan hingga putaran perempat final turnamen Super 1.000 itu.

Kekuatan mental

Laga lawan Chen Long menjadi bukti, mental bertanding Ginting semakin kuat. Kedudukan ketat terjadi pada awal gim pertama hingga 5-5. Ginting sempat memimpin dengan 8-5 dan 9-6. Tapi Chen Long mencuri tujuh angka beruntun dan berbalik unggul dengan 9-13.

Ginting kembali menempel perolehan angka Chen Long dengan 13-13, 14-14, 16-16 dan 18-18. Di angka-angka kritis, Ginting melakukan kesalahan sendiri. Chen Long mampu memanfaatkan tiga angka dan mencuri gim pertama dengan 18-21.

Awal gim kedua, Chen Long langsung unggul dengan 0-6, 2-8 dan 6-9. Ginting membalikkan keadaan dengan mencuri sembilan angka beruntun menjadi 15-9. Unggul dengan 19-12, Chen Long mengejar dan menyamakan kedudukan dengan 19-19. Setelah sempat deuce 20-20, Ginting memenangkan gim kedua dengan 22-20.

Pada gim ketiga yang menentukan, Chen Long kembali memimpin dengan 0-2, 2-4 dan 5-7. Ginting lagi-lagi mampu mencuri tujuh angka dan berbalik unggul 12-7. Keunggulan Ginting terus dipertahankan hingga meraih kemenangan dengan 21-16.

Dengan kemenangan ini, Ginting melangkah ke babak semifinal melawan pemain Cina Taipei, Chou Tien Chen. Pertemuan terakhir kedua pemain terjadi di semifinal Asian Games 2018 yang dimenangkan Chou. Namun, Chou kemudian dikalahkan pemain Indonesia lainnya, Jonatan Christie di final yang berhak atas medali emas tunggal putra.

Baca juga:

Disusul The Minions

Setelah Ginting meraih tiket semifinal, satu wakil Indonesia lainnya menyusul. Pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil melangkah ke semifinal setelah dalam pertandingan perempat final yang digelar Jumat (21/9) berhasil mengalahkan rekan senegaranya, Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama dengan dua gim langsung, 21-13, 21-12.

Berbeda dengan Ginting yang melakoni laga berat sejak babak awal. Bagi the Minions julukan Kevin/Marcus drawing di Cina Terbuka ini bisa dibilang cukup mudah, paling tidak hingga pertandingan hari ini.

Pada laga pertama the Minions berjumpa rekan sendiri, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf. Kemudian pada laga kedua, mereka bertemu pasangan Thailand Tinn Isriyanet/Kittisak Namdash dari Thailand. Dan pada babak perempat final kembali bertemu pasangan rekan satu pelatnas.

Langkah the Minions ke partai puncak sepertinya tidak terlalu terjal. Pasalnya, besok dia akan menghadapi pasangan tuan rumah, yakni pemain non unggulan Hang Chengkai/Zhou Haodong.

Jika mampu merebut gelar juara Cina Terbuka 2018, Kevin/Marcus mampu mempertahankan gelar juaranya. Tahun lalu mereka mampu merebut gelar juara Cina Terbuka setelah mengalahkan seteru abadi mereka, ganda gaek asal Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen.

Satu wakil lainnya yang menyusul lolos ke semifinal adalah ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Pasangan ganda putri peringkat empat dunia ini, berhasil lolos ke semifinal setelah mengandaskan ganda asal Jepang Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto dengan dua gim langsung 21-19, 21-16 dengan waktu 44 menit.

Jepang memang memiliki banyak pemain di sektor ganda putri. Sehingga sering kali duet senior junior Greysia/Apriyani kerap takluk ditangan pasangan Negeri Matahari Terbit. Namun, kali ini mereka mampu mengatasinya.

Ganda Jepang lainnya, sudah menanti Greysia/Apriyani pada babak semifinal esok. Kali ini lawan di semifinal jauh lebih berat yakni Misaki Matsumoto/AyakaTakashi.

Sayang, langkah Ganda putri ini tidak bisa diikuti tunggal putri Indonesia. Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan pemain Jepang Nozomi Okuhara.

Gregoria menyerah dalam laga tiga gim atas Juara Dunia 2017 tersebut dengan skor 15-21, 21-19 dan 12-21. Dengan hasil ini Indonesia hanya menempati tiga wakil di semifinal Cina Terbuka 2018.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA