Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Masih Amankah Rupiah Kita?

Jumat 05 Oct 2018 06:17 WIB

Red: Elba Damhuri

Ilustrasi Rupiah Melemah

Foto:
Sejumlah indikator menunjukkan kondisi perbankan baik, juga ekonomi nasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut merosotnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp 15 ribu per dolar AS disebabkan oleh faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mendominasi adalah sentimen dari Italia yang mengalami defisit APBN cukup besar.

"Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN, lalu ada sentimen yang lain. Mayoritas ini masalah eksternal," kata Sri di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (4/10).

Untuk mengurangi sentimen eksternal, pemerintah akan terus mengendalikan neraca pembayaran. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu juga menyampaikan, BI sebagai otoritas moneter telah melakukan langkah-langkah bauran kebijakan. 

"Bauran dari BI untuk menciptakan suatu perubahan yang bisa diserap dan disesuaikan perekonomian," katanya. 

Dari sisi fiskal, pemerintah akan terus memonitor barang impor, terutama barang konsumsi. Laporan impor terhadap 1.147 jenis barang yang dibatasi pemerintah akan terus dimonitor setiap pekan. 

Menurut Sri, telah ada penurunan impor barang konsumsi setelah pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian impor barang konsumsi. Meski begitu, Sri enggan menyebutkan angkanya. 

"Pemerintah masih terus melihat perkembangannya," kata dia.

Langkah perbaikan defisit transaksi berjalan juga dilakukan dengan menerapkan program biodiesel 20 persen (B-20). Lewat program ini, setiap liter solar harus dicampur minyak sawit sebanyak 20 persen. Tujuannya untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

Pelemahan berlanjut 

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, rupiah hingga akhir tahun akan berada di kisaran Rp 15.200 per dolar AS. "Sangat sulit kembali ke bawah 14.800," kata dia. 

Alasannya, bank sentral AS the Federal Reserve (the Fed) akan terus menaikkan bunga acuan yang menyebabkan adanya capital reversal atau pembalikan modal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA