Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Keajaiban di Tengah Duka Longsor Sirna Resmi

Kamis 03 Jan 2019 18:04 WIB

Red: Budi Raharjo

Seorang korban selamat akibat longsor di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Tandi (32) dan anaknya Sindi (8) ditemui di rumah kerabatnya Rabu (2/1). Tandi kehilangan sebanyak 14 anggota keluarga.

Seorang korban selamat akibat longsor di Desa Sirna Resmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Tandi (32) dan anaknya Sindi (8) ditemui di rumah kerabatnya Rabu (2/1). Tandi kehilangan sebanyak 14 anggota keluarga.

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Tandi kehilangan 14 orang anggota keluarganya termasuk istri tercinta.

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Riga Nurul Iman

Bencana longsor yang melanda Kampung Cimapag Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyisakan cerita pilu bagi keluarga korban. Banyak warga yang kehilangan anggota keluarga dalam musibah yang terjadi pada Senin (31/12) malam.

Salah satunya dialami Tandi (37 tahun) yang kehilangan sebanyak 14 orang anggota keluarganya termasuk istri tercinta, yakni Yami (26) yang ditemukan meninggal dunia oleh petugas gabungan pada Selasa (1/1) sore lalu. "Sebuah keajaiban saya masih bisa selamat," kata Tandi yang dalam kondisi lemas kepada Republika saat ditemui di rumah kerabatnya, Rabu (2/1).

Pada saat bencana terjadi, Tandi tertimpa dinding rumah yang terbuat dari bilik kayu. Tandi berhasil diselamatkan oleh saudara kandungnya setelah 40 menit tertimbun reruntuhan rumah. Sebelum bencana terjadi, Tandi menceritakan, ia tengah berada di depan rumah. Selang mendekati waktu magrib, Tandi mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya.

Ketika dicek keluar rumah, ia melihat bukit di belakang permukiman warga longsor. Spontan ia meminta istrinya yang tengah memasak di dapur untuk lebih dahulu menyelamatkan diri. Sementara Tandi berupaya mencari anak tunggalnya Sindi (8) yang pada waktu kejadian pergi ke masjid untuk mengaji.

Namun, nahas ketika berupaya keluar rumah, Tandi sudah terlebih dahulu tertimpa bilik bambu dan lumpur hingga menutupi setengah badannya. Beruntung, menurut Tandi, ada kakak kandungnya yang datang menyelamatkan. "Anak saya, Sindi juga diselamatkan kakak," ujar dia.

Anak perempuannya berhasil selamat ketika bergandengan dengan temannya berangkat ke masjid. Masjid yang menjadi tempat mengaji itu pun hingga kini masih kokoh berdiri meskipun ada lumpur.

Tandi menuturkan, istrinya yang tengah berlari menyelamatkan diri ditemukan meninggal dunia satu hari setelah bencana terjadi. Selain itu, saudaranya yang berada di dekat rumahnya juga banyak yang meninggal.

Sepengetahuannya ada 14 orang anggota keluarganya yang meninggal dan sebagian belum ditemukan. Sementara itu, ada empat anggota keluarga lainnya yang selamat dan ada yang dirawat di rumah sakit.

Tandi mengakui, di kampung yang hancur dilanda longsor ini, ada lima rumah yang berdampingan dan masih satu keluarga. Pada saat kejadian, mayoritas anggota keluarga sedang berada di rumah.

Tandi kini hanya bisa pasrah menerima keadaan setelah banyak anggota keluarganya yang meninggal akibat bencana. Dalam kondisi luka pada bagian tangan dan kaki, Tandi berharap, anggota keluarganya yang tertimbun bisa segera ditemukan.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang datang ke rumah kerabat Tandi menyatakan rasa duka yang mendalam. "Warga yang kehilangan banyak anggota keluarganya akan terus didampingi," ujar dia.

Marwan menjanjikan, pemerintah daerah akan memperhatikan aspek pendidikan dan kesehatan anak yang keluarga atau orang tuanya sudah tidak ada lagi. "Kami ingin anak yang kehilangan keluarganya bisa tetap terjamin pendidikannya," kata Marwan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei mengatakan, warga yang terdampak bencana longsor semuanya ditampung di rumah kerabat terdekat. Ia menuturkan, pemerintah tetap memberikan perhatian untuk memenuhi kebutuhan logistik. Selain itu, pemerintah juga memberikan layanan kesehatan di tiga posko yang didirikan TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan. ¦ ed: fitriyan zamzami

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA