Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Mendalami Motif Penyebar Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara

Kamis 10 Jan 2019 06:17 WIB

Red: Elba Damhuri

KPU dan Bawaslu melapor ke Bareskrim terkait hoaks isu tujuh kontainer berisi surat suara. Kamis (3/1).

Foto:
Tersangka disebut membuat konten suara tersebut secara pribadi

Sebelumnya, tiga orang telah ditangkap di sejumlah daerah, yakni HY di Bogor, LS di Balikpapan, dan J di Brebes. Namun, ketiganya hanya merupakan penyebar aktif dan tidak dilakukan penahanan.

Secara terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman meminta tersangka diproses hukum sesuai KUHAP untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Tentu, saya ingin [dia] diperlakukan sebagaimana ketentuan peraturan penegakan hukum yang berlaku. Apa yang dia perbuat, dia harus mempertanggungjawabkan," ujar Arief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut Arief, KPU ingin proses hukum tersebut membuat jera para pelaku. Itu, kata Arief, agar memberikan pelajaran bagi masyarakat atau pihak lain untuk tidak melakukan hal serupa di kemudian hari. "Karena, ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun, bagi KPU, bagi penyelenggara pemilu, bagi masyarakat, bagi siapa punlah. Mudah-mudahan ini bisa memberi pelajaran positif untuk kita semua," kata Arief.

Arief membantah telah terlalu reaktif dalam menanggapi hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Menurut dia, KPU sudah mempertimbangkan matang dalam menanggapi hoaks surat suara tercoblos, termasuk langkah melaporkan pelaku terduga pembuat hoaks.

Hal itu disampaikan Arief setelah dicecar sejumlah anggota DPR dalam rapat di Komisi II DPR, Rabu (9/1). "Kita tidak reaktif itu, apalagi sebagian orang menyatakan kita overreaktif, tidak! Ini sangat kita pertimbangkan matang," ujarnya.

Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean, membantah bahwa pria bernama Bagus Bawana Putra yang merupakan tersangka pembuat hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos adalah ketua relawan Prabowo-Sandiaga.

Namun, ia tidak menampik bahwa bisa saja yang bersangkutan memang aktif sebagai relawan. "Nama Bagus ini kita tidak temukan terdaftar sebagai ketua atau pengurus aktif relawan Prabowo-Sandi, tetapi mungkin yang ini adalah relawan," kata Ferdinand di Seknas Prabowo-Sandiaga, di Menteng, Jakarta, Rabu (9/1).

Ferdinand mengungkapkan bahwa Prabowo-Sandiaga memang memiliki banyak relawan sehingga sulit bagi BPN untuk membatasi atau melarang orang untuk bergabung menjadi relawan Prabowo-Sandiaga.

(febrianto adi saputro ed: agus raharjo/fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA