Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Di Balik Mahalnya Tarif Pesawat

Sabtu 12 Jan 2019 05:46 WIB

Red: Elba Damhuri

Pesawat Citilink

Foto:
Industri penerbangan di Tanah Air sedang mengalami fase bisnis yang berat.

Arista menuturkan, salah satu faktor penyebab kerugian tersebut yaitu harga avtur atau bahan bakar pesawat. "Harga minyak dunia katanya turun, tapi di Indonesia harga avturnya tidak turun," kata Arista.

Dalam membeli bahan bakar, maskapai juga masih harus membayar biaya tambahan lainnya. Ada biaya yang dikenakan untuk mendistribusikan avtur dari depo ke apron.

Dengan demikian, biaya mengantar avtur dari depo ke apron pesawat tidak gratis karena bukan termasuk pelayanan. Biaya tersebut, kata dia, menjadi salah satu pengeluaran yang cukup tinggi. "Jika diakumulasikan, akan terus membengkak," ujarnya.

Setelah avtur, kata dia, suku cadang pesawat juga menjadi komponen pengeluaran yang tidak sedikit. Arista mengatakan, suku cadang pesawat masuk ke dalam kategori barang mewah yang pajaknya dapat mencapai 300 persen.  Hal itu yang juga membuat sekolah pilot di Indonesia hingga saat ini masih mahal.

Olah karena itu, Arista tidak heran penjualan harga tiket ada di kisaran harga batas atas. Begitu juga dengan kebijakan baru beberapa maskapai, seperti Lion Air, Wings Air, dan Citilink Indonesia yang akan menerapkan kebijakan bagasi berbayar.

Indonesia National Air Carrier (Inaca) atau Asosiasi Maskapai Dalam Negeri memastikan kisaran harga tiket pesawat saat ini masih sesuai aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sekretaris Jenderal Inaca Tengku Burhanuddin mengatakan, harga tiket mengacu pada tarif batas atas. 

Tengku menjelaskan, harga tiket saat ini menyesuaikan dengan peemintaan yang masih tinggi. "Khususnya, ke sejumlah kota besar di Indonesia," kata Tengku, Kamis (10/1).

Menurut dia, periode peak season Natal dan Tahun Baru 2019 masih berlangsung. Inaca memprediksi, periode tersebut akan berlangsung hingga 14 Januari 2019.

Tengku memastikan, maskapai yang tergabung dalam Inaca mematuhi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kemenhub dalam memastikan kebijakan penetapan harga tiket pesawat sesuai aturan yang berlaku.

BACA JUGA: Rocky Gerung: Politik Indonesia Tumbuh Jika Kampus Kritis

"Khususnya, dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan penerbangan tetap terpenuhi," ujar Tengku.

(febrianto adi saputro ed: satria kartika yudha)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA