Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Bebas, Ini Lima Fakta tentang Ustaz Abu Bakar Baasyir

Jumat 18 Jan 2019 19:16 WIB

Rep: Bilal/Puti/Mas Alamil Huda/Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019).

Abu Bakar Baasyir

Foto:
Pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir disebut telah mendapat persetujuan presiden.

2. Kondisi Menurun

Pada Agustus 2017 kondisi Ustaz Abu Bakar Ba'asyir mulai menurun. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta Barat. Terpidana kasus terorisme tersebut mengalami pembengkakan di kaki akibat penyakit yang dideritanya.

"Kondisi terakhir bengkak di kedua kaki beliau. Kami dari tim kesehatan yang dipercaya keluarga memberi usulan agar Ustaz Abu Bakar Ba'asyir mendapat perawatan," kata dokter dari MER-C yang menangani Ba'asyir, Joserizal Jurnalis, di kantor MER, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Jose menjelaskan, pembengkakan di kaki Ba'asyir diakibatkan adanya masalah di pembuluh darah vena dalam di kedua tungkai. Vena dalam, kata dia, tak mampu memompa darah ke bagian atas tubuh. Meski demikian, tak ada sumbatan di pembuluh darah Ba'asyir.

Selain itu, lanjut Jose, juga dilakukan pemeriksaan terhadap jantung pria 80 tahun tersebut. Hasilnya, ditemukan adanya pembesaran dan penyumbatan di jantung bagian bilik kiri. Tapi, secara menyeluruh, jantungnya masih berfungsi dengan baik.

Ba'asyir dibawa ke RS Harapan Kita pada Rabu (9/8) sore. Dia berangkat dari tempatnya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor. Ba'asyir dirawat selama dua hari hingga Jumat (11/8) Subuh dan dibawa kembali ke lapas.

Jose mengatakan, proses pemeriksaan terhadap amir JAT itu didampingi oleh tim pengacara Muslim dan dokter dari MER-C. Aparat keamanan juga ikut mengawal ketat selama perjalanan sampai pemeriksaan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA