Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Bebas, Ini Lima Fakta tentang Ustaz Abu Bakar Baasyir

Jumat 18 Jan 2019 19:16 WIB

Rep: Bilal/Puti/Mas Alamil Huda/Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019).

Abu Bakar Baasyir

Foto:
Pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir disebut telah mendapat persetujuan presiden.

4.  Penolakan Australia

Pemerintah Australia mendesak Indonesia agar tidak memberi keringanan apapun terhadap Ustaz Abu Bakar Baasyir pada 3 Maret 2018. Rencana untuk membuat terpidana terorisme itu menjadi tahanan rumah serta segala bentuk pengampunan dan keringanan hukuman dinilai tidak layak diberikan terhadap dirinya.

Kementerian Luar Negeri Australia menilai bahwa Baasyir harus bertanggung jawab penuh atas dugaan kejahatannya sebagai dalam serangan bom Bali pada 2002. Dalam peristiwa itu, sebanyak 202 orang, yang mayoritas adalah warga negara asing, termasuk 88 orang berasal dari Negeri Kangguru itu tewas.

"Kami berharap keadilan terhadap terpidana terorisme Baayir diteruskan dan dilakukan sepenuhnya, ia sudah seharusnya tidak diizinkan untuk menghasut orang lain melakukan serangan lainya di masa depan terhadap warga sipil yang tak bersalah," ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Australia, Sabtu (3/3).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA