Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Ahok yang tak Mau Dijemput

Kamis 24 Jan 2019 06:40 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha, Umar Mukhtar, Febrianto Adi Saputro, Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahoker) berkumpul di samping Mako Brimob Kelapa Dua Cimanggis Depok, Jawa Barat, Rabu (23/1/2019).

Sejumlah pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahoker) berkumpul di samping Mako Brimob Kelapa Dua Cimanggis Depok, Jawa Barat, Rabu (23/1/2019).

Foto: Antara/Kahfie Kamaru
Jokowi, Anies, hingga PA 212 menanggapi kebebasan Ahok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika tidak ada halangan, Kamis (24/1) ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyudahi statusnya sebagai terpidana dalam kasus penistaan agama. Dia akan menghirup udara bebas setelah keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Brimob.

Terkait dengan kebebasannya itu,  Kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera menuturkan, kliennya meminta elemen masyarakat yang selama ini memberi dukungan untuk tidak menjemput dirinya. Sebab hal itu hanya akan menimbulkan kemacetan sehingga merugikan banyak orang.

"Iya, Pak Ahok meminta kepada pendukung untuk tidak perlu menjemput ke Mako (Brimob). Karena bisa merugikan masyarakat, bikin macet, menghambat aktivitas masyarakat," ujar dia kepada Republika.co.id, Rabu (23/1).

Selain itu Ahok meminta tim penasehat hukum untuk juga tidak menjemput dirinya. Ahok selepas dari Rumah Tahanan Mako Brimob akan langsung beristirahat di rumahnya di Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rencananya setelah beberapa hari di Jakarta, kata Teguh, Ahok akan bertolak ke kampung halamannya di Belitung Timur. "Nanti mungkin setelah beberapa hari di Jakarta, kalau memang sudah cukup, baru ke Beltim (Belitung Timur)," ucap Teguh.

Ketua Perkumpulan Teman Ahok, Muhammad Fahtoni mengatakan, komunitas pendukung Ahok itu tidak akan mengadakan acara penyambutan untuk pembebasan Ahok. Fahtoni menyebut, hal itu dilakukan atas dasar isi surat Ahok beberapa waktu lalu yang meminta agar tidak ada acara penyambutan bagi dirinya.

"Dari suratnya Pak Ahok kan sudah dibilang kita jangan ada ramai-ramai atau kegiatan, dari situ kita kan juga bisa berpikir berarti beliau nggak mau disambut atau diramai-ramaikan. Jadi kita belum ada penyambutan secara acara atau global," ujarnya. 

Ia menambahkan, Teman Ahok atau yang saat ini sudah berubah nama menjadi Sejuta Teman Ahok, akan lebih fokus terhadap pilpres. Sehingga untuk menyambut bebasnya Ahok, ia bersama teman-teman komunitas akan melakulannya secara digital.

"Seperti ucapan-ucapan gitu di media sosial, versi digitalnya lah. Tim BTP (staf Ahok) pun juga tidak ada acara khusus buat penyambutan pembebasan itu," imbuhnya.

Namun, Fahtoni menuturkan, jika ke depannya ada undangan agenda pertemuan atau kegiatan bersama Ahok dari Tim BTP, Sejuta Teman Ahok secara terbuka menerima undangan tersebut. "Karena kan kita koordinasinya dengan Tim BTP," tuturnya.

Di luar Rutan, sejumlah karangan bunga terlihat mulai menghiasi sekitaran Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, tepatnya di depan Gereja GPIB Gideon pada Rabu (23/1) malam. "Selamat Bersinar Kembali, Sang Purnama Tetaplah Menjadi Kitab yang Terbuka untuk Kemuliaan Tuhan," tulis salah satu karangan bunga terpampang.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lokasi, sudah terlihat ada lima karangan bunga yang menyambut bebasnya pria yang ingin setelah bebas disapa BTP tersebut. Beberapa wartawan pun telah banyak yang berjaga di sekitar Mako menjelang tengah malam.

Beberapa pengendara kendaraan motor yang melintasi Jalan Komjen Pol M Jasin juga sesekali berhenti untuk mengambil gambar karangan bunga. Dede (40 tahun) warga Mekar Sari, Depok sengaja memarkirkan kendaraannya untuk mengabadikan karangan bunga tersebut. Ia mengaku tahu mengenai kabar mengenai bebasnya BTP melalui portal berita.

"Saya lihat di internet beritanya katanya Ahok bebas besok, pas kebetulan lewat sini udah ramai ginian (karangan bunga)," katanya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, kepolisian akan memitigasi dan mengantisipasi segala gangguan yang akan terjadi menjelang bebasnya Ahok dari tahanan. Langkah antisipasi untuk adanya simpatisan Ahok yang mengawalnya saat bebas sudah disiapkan oleh Polres Depok.

"Langkah-langkah antisipasi untuk itu yang sudah dibuat skenarionya oleh Polres Depok. Tentunya juga oleh Brimob sebagai tempat saudara Ahok dilakukan penahahan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/1).

Menurut Dedi, kepolisian akan memitigasi dan mengantisipasi segala macam potensi gangguan yang akan terjadi. Meski begitu, hingga saat ini pihak kepolisian belum mendapatkan informasi mengenai ada atau tidaknya simpatisan Ahok yang akan mengawal idolanya itu saat keluar dari tahanan pada Kamis (24/1) nanti.

"Sampai saat ini belum, kita belum. Tapi, tetap kita antisipasi sekecil apapun potensi yang akan terjadi kita mitigasi secara maksimal," jelasnya.

Baca juga: KPU Perbolehkan Cawapres Tidak Hadiri Debat Pilpres Kedua

Baca juga: LBH Jakarta Prediksi Angka Golput Meningkat pada Pemilu 2019

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA