Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Ketika Paus Fransiskus Disambut Meriah di Tanah Arab

Rabu 06 Feb 2019 05:19 WIB

Red: Elba Damhuri

Paus Fransiskus disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di bandara Abu Dhabi, UEA, Ahad (3/2).

Foto:
Sebagian besar umat Katolik yang hadir merupakan warga negara India dan Filipina

Para pendeta dan diplomat menggambarkan UAE sebagai tempat yang tidak terlalu ketat mengawasi ibadah Kristen, meski seperti negara-negara di sekitarnya, UAE tidak memperkenankan kecaman atau perbedaan pendapat mengenai para pemimpinnya.

"Ini adalah peristiwa yang besar bagi kami, dan tidak pernah kami duga," ujar Sumintha Pinto, seorang penduduk asli India yang sudah 20 tahun tinggal di Uni Emirat Arab. Pinto menghadiri misa bersama suami dan empat putranya.

Doa-doa yang dipanjatkan dalam misa pertama Paus Fransiskus di Semenanjung Arab disampaikan dalam berbagai bahasa. Dalam misa tersebut, Paus Fransiskus menyerukan kepada umat Katolik untuk menghentikan kekerasan dan mendorong perdamaian antarumat beragama. "Hentikan perang, hentikan kebencian, dan bantu kami untuk menciptakan perdamaian dan keadilan," ujar Paus Fransiskus.

Perdamaian

Sebelumnya, pada Senin (4/2) lalu, Paus Fransikus bertemu dengan para pemimpin Semenanjung Arab dan Imam Besar Masjid al-Azhar Mesir, Syekh Ahmed al-Tayeb. Dalam pertemuan tersebut, mereka menandatangani dokumen tentang persaudaraan dan perdamaian antarumat beragama.

Paus Fransiskus juga mendesak para pemuka agama untuk bekerja sama dalam menciptakan perdamaian dan menghentikan kekerasan serta perang. Dalam pertemuan tersebut, Syekh Ahmed al-Tayeb meminta umat Islam di Timur Tengah agar merangkul komunitas Kristen setempat.

“Dokumen ini bersejarah, dan ia menuntut para pembuat kebijakan menghentikan konflik dan pertumpahan darah. Muslim harus melindungi saudara Kristiani mereka. Saya akan bekerja bersama saudara dan sahabat saya, Paus Fransiskus, untuk melindungi semua komunitas beragama,” kata Syekh Ahmed al-Tayeb dalam pertemuan tersebut.

Syekh Tayeb juga meminta umat Islam di negara Barat untuk berbaur dengan negara yang menjadi tuan rumah mereka dan menghormati hukum setempat.

Dalam pertemuan yang sama, Paus Fransiskus tak hanya menyoroti soal perlunya toleransi. Ia juga mengatakan, ketidaksetaraan ekonomi menjadi tantangan yang harus dihadapi guna menuju perdamaian dunia.

“Agama-agama dunia memiliki tugas mengingatkan kita bahwa keserakahan merusak hati. Regulasi ekonomi dan pasar terkini menginginkan semuanya selekasnya, tak memberi jalan untuk saling bertemu, berdialog, atau membina rumah tangga. Agama-agama harus menyuarakan mereka yang tak mampu, mereka yang bukan sekadar statistik, melainkan juga saudara-saudari kita,” ujar dia.

BACA JUGA: Jokowi Jelaskan Propaganda Rusia tak Merujuk Negara Rusia

(fergi nadira/idelisa masyrafina/associated press/reuters, ed: fitriyan zamzami)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA