Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Saat Capres-Cawapres Berebut Dukungan Purnawirawan

Senin 11 Feb 2019 16:14 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro, Flori Anastasia, Arif Satrio Nugroho, Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Sejumlah anggota purnawirawan TNI-Polri saat melakukan deklarasi dukungan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urit 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin  di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/2).

Sejumlah anggota purnawirawan TNI-Polri saat melakukan deklarasi dukungan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urit 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Ahad (10/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
BPN klaim didukung purnawirawan Kopassus, namun Bravo Cijantung dukung Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID,  Beberapa waktu terakhir, kedua belah pihak capres-cawapres saling mengklaim mendapat dukungan dari purnawirawan TNI. Ada yang disebut mendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf maupun paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Awalnya, yang klaim dukungan disebutkan olwh Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandiaga, Tedjo Edhy Purdjiatno. Menurut Tedjo, ada ribuan purnawirawan TNI yang memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi  karena tertarik visi dan misinya.

"Para purnawirawan ini sebagaian besar bergabung pada bapak Prabowo, karena melihat visi misinya, melihat situasi bangsa negara saat ini. Makanya ingin pada suatu yang mengarah pada perubahan," kata Tedjo di Gedung MPR RI, Jakarta, Rabu (6/2).

Tedjo mengatakan, dukungan purnawirawan ini mucul sebagai hak politik setelah mereka purnatugas sebagai TNI. Mengenai faktor pemicu dukungan itu, Tedjo tak menampik adanya pengaruh ikatan mereka semasa bertugas sebagai prajurit. "Ya, mungkin demikian, kita punya anak buah, anak buah punya keluarga, sebagainya," ujar Tedjo.

Purnawirawan Laksamana TNI ini menyampaikan, terdapat lebih dari seribu purnawirawan yang siap menggunakan suaranya memenangkan Prabowo. Bahkan, kata dia, secara tidak langsung ada peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam masuknya dukungan ke kubu Prabowo.

"Tidak secara langsung meminta, itu tidak. Tetapi karena sosok Pak SBY ke sini, mungkin banyak yang ikut," ujar mantan Menkopolhukam di era Jokowi ini.

Tedjo pun menambahkan, bagaimanapun purnawirawan merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak politik. Sehingga, perbedaan dukungan merupakan pasti akan muncul. Namun, ia pun menegaskan, siapapun yang akan terpilih sebagai Presiden nantinya, maka Purnawirawan siap mengabdi pada negara.

"Ibaratnya yang satu minum kopi satu minum teh duduk bersama satu minum teh satu minum kopi, kita ngobrol gimana kemajuan bangsa dan negara, itu yang penting," ujar Tedjo. 

Kemudian, Juru Bicara Bidang Advokasi BPN Prabowo - Sandi, Muhammaf Syafii menegaskan kembali dukungan  sebagian besar purnawirawan TNI kepada capres Prabowo Subianto. Bahkan, kata dia, sebagian besar merupakan purnawirawan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), kesatuan di mana Prabowo dahulu bertugas.

"Ribuan purnawirawan TNI Polri dukung kita dan sebagian besar itu adalah purnawirawan dari Kopassus," kata Syafii.

Syafii yang juga merupakan politikus Gerindra ini mengklaim, Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) yang beranggotakan lebih dari 10 ribu memberjkan dukungan pada Prabowo. Dukungan yang diberikan, kata dia, mulai dari purnawirawan bintang empat, bintang tiga, bintang dua dan bintang satu.

"Itu jumlahnya puluhan ribu. dan isinya adalah purnawawirawan TNI polri dan memang banyak purnawirawan dari kopassus yang bergabung ke PPIR," kata Syafii.

Meski demikian, Syafii pun menegaskan bila dukungan yang diterima datang dari purnawirawan, bukan anggota aktif. Pasalnya, kata dia, anggota aktif harus netral dan tidak boleh memberikan dukungan karena hal tersebut melanggar undang-undang.

Di kubu paslon nomor urut 01,  juga menyatakan didukung oleh para purnawirawan.  Sejumlah deklarasi dukungan dilakukan pada pekan kemarin.

Pada Ahad (9/2), sekiar sekitar seribu purnawirawan TNI/Polri mendeklarasikan dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf. Dukungan diberikan karena kinerja Jokowi sebagai presiden dianggap telah terbukti.

“Ada seribu purnawirawan yang akan mendeklarasikan dukungan untuk Pak Jokowi ," kata Koordinator deklarasi, Laksamana Muda TNI (Purn) Iskandar Sitompul, Ahad (9/2).

Iskandar menuturkan para purnawirawan yang bakal mendeklarasikan dukungan menilai Jokowi merupakan pemimpin yang tauladan, jujur dan bersih. Jokowi, dia melanjutkan, juga tidak memiliki permasalahan keluarga sehingga selalu bekerja keras untuk membuat negara ini maju dalam segala hal.

“Kinerjanya kita bisa lihat. Pekerja keras kita lihat dari segala hal,” katanya.

Mantan kepala lusat penerangan (kapuspen) TNI ini menuturkan, masifnya permbangunan infrastruktur di era Jokowi menjadi alasan lain para purnawirawan memberi dukungan. Dia mengatakan, sejumlah infrastruktur yang dianggap positif bagi pembangunan bangsa dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi di antaranya jembatan, jalan tol, bendungan, bandara, hingga pelabuhan.

“Inikan sudah teruji kepemimpinan beliau. Makanya purnawirawan dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan polisi saat bertemu dalam dialog mengatakan mau dukung,” kata Iskandar.

Di acara tersebut, juga dihadiri oleh  Muchdi PR. Alasannya, ia mengangap Jokowi telah berbuat banyak hal dalam lima tahun ini. Muchdi menilai banyak pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Itu jelas pembangunan yang diraskaan masyarakat Indonesia sudah jelas kan, mulai jalan tol, pelabuhan, airport, masalah industri dan lain-lainnya," ucap Muchdi.

Selain itu, Kelompok Bravo Cijantung mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres dan cawapres Jokowi-Maruf Amin. Deklarasi dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu dipimpin oleh Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (Pepabri) Agum Gumelar.

photo

Sejumlah purnawirawan jenderal yang mendukung capres-cawapres.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA