Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Tanwir Muhammadiyah dan Misi Pencerahan Nabi Muhammad

Sabtu 16 Feb 2019 08:07 WIB

Red: Elba Damhuri

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kedua kiri), Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah (kiri), Ketua pimpinan wilayah Muhammadiyah Bengkulu Syaifullah (kanan) menghadiri pembukaan Tanwir Muhammadiyah di Balai Semarak Bengkulu, Jumat (15/2/2019).

Foto:
Presiden Joko Widodo mengharapkan Muhammadiyah menjaga ukhuwah.

Jokowi juga menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan organisasi Muhammadiyah yang cukup masif. Ia memandang, organisasi seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Remaja Muhammadiyah, dan Aisyiah berkembang pesat serta banyak berkontribusi pada pembangunan.

"Saya pernah datang ke universitas yang dipimpin perempuan semuanya, yakni Universitas Aisyiah Jogja," ujar Presiden.

Presiden juga memanfaatkan momentum Tanwir Muhammadiyah untuk mengingatkan keluarga persyarikatan ikut merawat ukhuwah di antara keberagaman dan perbedaan. Jokowi melihat bahwa perbedaan suku, agama, dan ras merupakan sunatullah dan perlu diresapi sebagai sebuah anugerah.

"Yang terakhir saya ingin ingatkan bahwa bangsa ini bangsa besar dengan penduduk 260 juta, kita dianugerahi perbedaan suku, agama, ras, saya ajak merawat persaudaraan ukhuwah," kata Jokowi.

Tanwir Muhammadiyah kali ini akan membahas agenda yang bersifat keorganisasian, utamanya membahas empat hal yang berkaitan dengan Muktamar Muhammadiyah Tahun 2020. Di antaranya adalah pengesahan tata tertib muktamar, pengesahan tata tertib pemilihan pimpinan, pengesahan panitia pemilihan, dan penetapan serta penyampaian jadwal muktamar.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menjelaskan, dalam tanwir juga akan dibahas perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Selain itu, akan ada laporan tingkat wilayah, pusat, dan organisasi otonom.

Tanwir juga akan membahas dan menyampaikan ceramah serta pokok pikiran Muhammadiyah. Pada tanwir di Ambon pada 2017 lalu, Muhammadiyah menghasilkan Resolusi Ambon dan menyampaikan pentingnya mengatasi kesenjangan sosial.

(ed: fitriyan)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA