Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Meningkatnya Potensi Kebakaran Hutan

Jumat 22 Feb 2019 14:54 WIB

Red: Elba Damhuri

Warga melintas di jalan yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, Dumai, Riau, Jumat (15/2/2019).

Kebakaran hutan

Foto:
BNPB mengirimkan helikopter untuk memadamkan api kebakaran hutan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga memantau adanya penurunan kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara dan menunjukkan tidak sehat di daerah Rokan Hilir pada Senin (12/2) pukul 09.00 WIB, sementara daerah lain terindikasi pada ISPU sedang. Pengamatan jarak pandang mendatar (visibility maksimum) terlaporkan masih dalam kisaran 2-5 km.

Herizal mengimbau kepada pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat luas pada umumnya di wilayah terdampak untuk terus waspada dan siap siaga terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan. Selain itu, agar mengikuti pembaruan informasi untuk mengantisipasi bahaya polusi udara dan asap, potensi kekeringan lahan, dan kekurangan air bersih.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirim dua helikopter guna mengatasi karhutla di Riau. Namun, bantuan heli belum dapat digunakan karena menunggu perizinan. Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan, setelah status tanggap darurat dikeluarkan Pemprov Riau, BNPB bisa turun tangan. "Sejak siaga darurat sudah kirim dua unit. Ini bukti peran serta kami membantu penanganan karhutla di sana," kata dia, di kantor BNPB, Kamis (21/2).

Meski demikian, ia belum mengetahui kapan bantuan helikopter dapat digunakan menangani karhutla. Sebab, penggunaannya, kata dia, perlu menempuh perizinan.

"Semoga dalam waktu dekat bisa aktif untuk bantu pemadaman," ujarnya.

Merujuk pendataan BPBD Riau, sejak awal Januari sampai pertengahan Februari, luas karhutla di Riau mencapai 841,71 hektare. Lahan yang terbakar paling luas terjadi di Kabupaten Bengkalis, yaitu 625 hektare. Selanjutnya, di Kabupaten Rokan Hilir seluas 117 hektare, Dumai 43,5 ha, Meranti 20,2 hektare, Pekanbaru 16 ha, serta Kampar 14 hektare.

Lalu dari citra satelit menampilkan jumlah titik panas di kawasan gambut Provinsi Riau pada periode 11-17 Februari bertambah menjadi 231 titik, yang dari 48 titik di periode 4-10 Februari. Titik panas terkonsentrasi di daerah pesisir Riau, seperti di Kabupaten Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan, karhutla di Riau berstatus siap darurat. “Status siaga darurat karhutla Riau ini keluar kemarin malam. Untuk karhutla di wilayah lainnya, sedang kami monitor,” kata Siti Nurbaya di Jakarta, Kamis (21/2).

Ia mengklaim, KLHK telah menerapkan pola-pola baru antisipasi karhutla. Di antaranya, sosialisasi kepada perusahaan ataupun masyarakat pemilik lahan. Selain itu, mengontrol pemberian izin lahan gambut, baik dari kalangan perusahaan maupun masyarakat serta memberi kewajiban bagi perusahaan dan masyarakat menjaga lahan gambutnya. (ed: fitriyan zamzami)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA