Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Pesawat Boeing 737 Max-8 Jatuh Lagi

Senin 11 Mar 2019 06:59 WIB

Red: Elba Damhuri

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Foto: AP
Jenis Boeing 737 Max-8 Ethiopian Airlines sama dengan Lion Air JT-610.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABBA -- Pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines dengan rute penerbangan Adis Ababa-Nairobi jatuh enam menit setelah lepas landas, Ahad (10/3). Seperti kecelakaan yang menimpa penerbangan Lion Air JT-610 akhir tahun lalu, pesawat yang jatuh dalam penerbangan tersebut merupakan pesawat Boeing 737 Max-8.

Baca Juga

Pesawat dengan nomor penerbangan ET-302 itu jatuh di dekat Kkota Bishoftu, 62 kilometer di sebelah tenggara ibu kota Etiopia, Addis Ababa. "Pesawat membawa 149 penumpang dan delapan awak di dalamnya," kata juru bicara Ethiopian Airlines kepada Reuters, kemarin.

Serupa juga dengan penerbangan Lion Air JT-610, diperkirakan tak ada yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Pihak maskapai menambahkan, para penumpang berasal dari 33 kebangsaan yang berbeda. Di antaranya merupakan 32 warga negara Kenya dan 17 warga negara Etiopia. Media Cina, Global Times, juga melaporkan ada delapan warga RRC dalam ET-302.

Menurut keterangan Ethiopian Airlines, pesawat lepas landas sekitar pukul 08.38 pagi waktu setempat. Enam menit kemudian kontak dengan pesawat terputus. Menurut monitor lalu lintas udara Flightradar 24, pesawat itu menunjukkan kecepatan vertikal yang tidak stabil setelah lepas landas. Namun, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh.

"Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan dan kami belum mendapatkan konfirmasi informasi tentang ada yang selamat atau kemungkinan jumlah korban," tulis pernyataan Ethiopian Airlines.

Seorang saksi mata di tempat kejadian mengatakan kepada BBC, ada kebakaran hebat saat pesawat menabrak tanah. "Ledakan dan api begitu kuat sehingga kami tidak bisa mendekatinya. Semuanya terbakar. Ada empat helikopter di lokasi sekarang," kata seorang saksi yang namanya tidak disebutkan, seperti dilansir BBC, kemarin.

BBC melaporkan, kabar tentang tak adanya penumpang selamat sudah dikonfirmasi CEO Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, yang mendatangi tempat jatuhnya pesawat. "Dengan menyesal mengonfirmasi tidak ada yang selamat," kata Gebremariam.

Dalam pernyataan mereka, Gebremariam mengungkapkan rasa simpati dan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai penumpang serta awak yang kehilangan nyawa mereka dalam kejadian ini.

Kantor berita Reuters yang menemui salah satu kerabat penumpang ET-302, Robert Mutanda, di Bandara Internasional Jomo Nairobi mengatakan, ia tidak mendapatkan informasi apa pun dari Ethiopian Airlines. Mutanda menunggu kedatangan iparnya dari Kanada.

"Kami belum melihat siapa pun dari maskapai maupun bandara," kata Mutanda.

Maskapai Ethiopian Airlines terbang ke banyak tujuan di Afrika. Maskapai ini dikenal memiliki reputasi yang baik dalam keselamatan penerbangan. Meskipun, pada 2010 salah satu pesawat dari maskapai tersebut pernah jatuh di Laut Mediterania tak lama setelah meninggalkan Beirut. Insiden itu menewaskan 90 orang di dalamnya.

Pesawat jenis Boeing 737 Max-8 yang jatuh kemarin baru diluncurkan pada 2016. Data aviasi the Planespotters menunjukkan Boeing 737 Max-8 dikirimkan ke Ethiopian Airlines pertengahan November.

Boeing telah mengeluarkan pernyataan atas kejadiaan ini. "Boeing sangat sedih mengetahui meninggalnya penumpang dan awak di Ethiopian Airlines Penerbangan 302, pesawat 737 Max-8. Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari para penumpang dan awak pesawat dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines," tulis siaran pers Boeing, Ahad (10/3).

Pihak Boeing menjanjikan akan mengirimkan tim teknisi dan menyiapkan bantuan teknis atas permintaan dan arahan Dewan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat.

Boeing 737 Max-8 memiliki spesifikasi panjang 39,52 meter dan lebar 35,9 meter. Pesawat yang menggunakan mesin dari CFM International pabrik gabungan GE Avition dan Safran Aircraft ini dapat menempuh berjalanan 6,570 kilometer.

Tipe pesawat ini sama dengan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 lalu. Pesawat Boeing 737 Max-8 kala itu hancur berkeping-keping di lautan.

Sebanyak 189 penumpang dan awak meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. PK-LQP dilaporkan menghilang tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hingga saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum mengumumkan penyebab pasti jatuhnya Lion Air tersebut. Kendati demikian, pihak Boeing sempat mengeluarkan petunjuk teknis baru selepas kecelakaan di Indonesia tersebut.

(kamran dikarma/lintar satria/kiki sakinah/ap/reuters ed: fitriyan)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA