Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Mengapa Ethiopian Airlines Jatuh?

Selasa 12 Mar 2019 06:19 WIB

Rep: Muhammad Riza/Idealisa/ Red: Teguh Firmansyah

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Ethiopian Airlines Jatuh. Puing-puing yang diduga berasal dari pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh ditemukan di Hejere, 50 km dari Addis Ababa, Kenya (10/3).

Foto: AP
Petugas telah menemukan kotak hitam pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Dua perekam data milik Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 telah ditemukan.  Digital Flight Data Recorder (DFDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ditemukan dalam puing-puing pada Senin (11/3).

Otoritas Ethiopia mendorong para invertigator dan ahli untuk mengumpulkan informasi saat-saat terakhir penerbangan, sehingga dapat membantu untuk menjelaskan mengapa pesawat yang tergolong baru tersebut jatuh.

Seorang pejabat maskapai penerbangan mengatakan kepada Associated Press kotak hitam sebagian rusak dan mereka masih harus melihat data apa yang bisa diambil dari itu. Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena kurangnya otorisasi untuk berbicara kepada media.

Baca juga, Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan dalam Kondisi Rusak.

Penerbangan ET302 ke Nairobi berangkat dari Ibukota Ethiopia, Addis Ababa pada Ahad. Pesawat tersebut melaporkan masalah teknis dan meminta izin untuk kembali. Kemudian pesawat tersebut jatuh sesaat kemudian. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 157 dikabarkan meninggal dunia.

Investigasi masalah tersebut masih berlangsung. Namun beberapa negara telah melarang penggunaan pesawat terbaru Boeing 737 MAX 8 dengan alasan keamanan.

Pada Senin, Pemerintah Penerbangan Cina meminta, semua penerbangan domestik dengan menggunakan Boeing 737 MAX 8 harus dihentikan pada pukul 06.00 petang waktu setempat. Hal itu berdsarkan prinsip mereka "zero tolerance for safety hazardz."

Cina merupakan salah satu negara terbesar pengguna Boeing 737 MAX 8. Terdapat 97 pesawat tersebut beroperasi di Cina. Langkah tersebut juga diikuti sebuah pengumuman dari Ethiopian Airlines. Mereka menghentikan penerbangan armada Boeing 737 MAX 8 sebagai langkah penyelamatan ekstra.

Cayman Airways juga mengatakannya pada Senin, mereka sudah mendaratkan (melarang penggunaan) kedua pesawat baru Boeing 737 MAX 8. Sampai informasi lanjutan didapatkan.

Kementerian Transportasi Indonesia juga memerintahkan penghentian penggunaan Boeing 737 MAX 8 pada hari senin. Untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi yang baik."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA