Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Penembakan Masjid di Christchurch: Ini Sikap Ormas Islam

Sabtu 16 Mar 2019 06:03 WIB

Rep: Amri Amrullah, Mabruroh/ Red: Elba Damhuri

Jendela mobil yang hancur setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Jendela mobil yang hancur setelah penembakan yang mengakibatkan banyak kematian dan cedera di Masjid Al Noor di Deans Avenue di Christchurch, Selandia Baru, (15/3 2019).

Foto: EPA-EFE/Martin Hunter
Bangsa Indonesia mengutuk keras penembakan jamaah masjid di Christchurch, Selandia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Aksi penembakan brutal di Selandia Baru memicu kecaman dari berbagai pihak di Tanah Air. Kendati demikian, mereka meminta umat Islam tak terpancing dan menyikapi kejadian itu dengan bijaksana.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru. Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menilai, tindakan terorisme yang dilakukan itu merupakan perbuatan yang sangat keji, kejam, dan tidak berperikemanusiaan serta bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama apa pun.

“Pertama, PBNU menyampaikan duka yang sangat mendalam kepada keluarga korban. Kedua, kami mengutuk keras pelbagai tindakan terorisme, atas dasar dan latar belakang apa pun. Tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan, terorisme, menebarkan rasa benci, bukanlah ajaran agama. Tidak ada satu agama pun yang membenarkan cara-cara kekerasan,” kata Helmy dalam keterangan kepada wartawan, Jumat (15/3).

Helmy menegaskan, gerakan terorisme mencederai kemanusiaan. Lebih jauh, Helmy mengajak warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi, serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan.

PBNU mengajak semua pihak untuk membangun dialog antarumat beragama dengan tujuan untuk mengokohkan kesatuan dan persatuan bangsa agar tidak terpengaruh dengan upaya provokasi, pecah belah pada bangsa Indonesia.

Baca Juga

“Kami juga mengajak umat beragama untuk menghentikan segala spekulasi yang bisa memperkeruh peristiwa ini. Kita percayakan penanganan sepenuhnya di tangan aparat keamanan setempat,” kata Helmy.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, juga mengutuk penembakan di dua masjid di Deans Ave dan Linwood, Christchurch, Selandia Baru. "Muhammadiyah mengutuk perbuatan biadab dan sadis tersebut," kata Yunahar Ilyas kepada Republika, Jumat (15/3).

Yunahar berharap, kepolisian Selandia Baru dapat menangkap dan menghukum para pelaku kejahatan. Menurut dia, Pemerintah Selandia Baru juga harus mengungkap motif di balik penyerangan yang brutal di tempat ibadah.

PP Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk turut prihatin atas kekerasan yang menimpa sesama saudara Muslim. Yunahar juga meminta agar masyarakat mendoakan korban dan keluarga yang ditinggalkan. Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mesti berupaya menjamin keselamatan WNI di Selandia Baru.

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) juga mengimbau umat Islam tidak terprovokasi dan tetap menunjukkan sikap toleransi terhadap semua umat beragama, pascainsiden teroris yang menyerang jamaah masjid di Selandia Baru.

Ketua Umum ICMI, Jimly Ashiddiqie menegaskan, seluruh dunia serta dunia Islam bersama seluruh negara yang beradab harus mengutuk kekejaman ini. Sebab, terorisme serta kekerasan dan pembunuhan tidak mengenal agama dan kepercayaan.

"Kita di Indonesia tetap merespons peristiwa ini dengan terus menunjukkan sikap toleran antarsesama sesuai sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam Pancasila," katanya menegaskan.

Ketua Umum Wahdah Islamiyyah, Zaitun Rasmin, juga mengecam keras aksi penembakan itu. Bahkan, menurut dia, penembakan brutal terhadap orang yang tengah berada di tempat ibadah inilah yang sesungguhnya layak disebut teroris.

"Ini adalah perbuatan nyata-nyata teror. Yang telah melakukan pembunuhan keji terhadap orang yang tidak berdosa di masjid saat mereka hendak beribadah," kata Zaitun Rasmin dalam sambungan telepon dengan Republika, Jumat (15/3).

Harusnya, sambung Zaitun, kejadian ini bisa membuka mata dunia, terutama warga Eropa dan Amerika. Bahwa apa yang mereka tuduhkan terhadap umat Islam sebagai teroris adalah tidak benar.

"Nah, jadi, ini membuka mata dan mereka menyetop mengalamatkan terorisme kepada kaum Muslimin," kata dia.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga menyampaikan dukacita untuk korban penembakan di dua masjid di Selandia Baru. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Haji Syafruddin mengajak seluruh umat Muslim Indonesia dan pengurus masjid untuk mendoakan umat Muslim yang menjadi korban.

"Saya minta kepada seluruh umat Muslim untuk tetap tenang dan tidak mengambil langkah-langkah yang melanggar aturan," kata Syafruddin.

(nugroho habibi, umar mukhtar ed: fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA