Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Mengapa Debat Capres Terakhir Penting Disaksikan?

Kamis 11 Apr 2019 07:07 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny, Febrianto Adi Saputro/ Red: Elba Damhuri

Jokowi dan Prabowo (ilustrasi)

Jokowi dan Prabowo (ilustrasi)

Foto: Republika
Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandiaga akan memaksimalkan debat capres terakhir ini.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau masyarakat untuk menyaksikan debat terakhir pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Sabtu (13/4) nanti. KPU menilai, debat terakhir yang menghadirkan kedua paslon akan mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan, kedua paslon akan kembali tampil berpasangan pada debat terakhir. Pada debat kali ini KPU memberikan tema tentang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan-investasi, dan perdagangan-industri.

"Mudah-mudahan, dengan mencermati visi, misi, dan tawaran masing-masing kandidat capres-cawapres itu bisa memantik masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya pada 17 April," ujar Pramono ketika dijumpai di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4) malam.

Dia melanjutkan, tampilnya dua kandidat capres-cawapres secara berpasangan akan menambah nilai plus debat nanti. Kedua paslon akan saling mengombinasikan ide mereka secara berpasangan.

"Sehingga, masyarakat Indonesia bisa melihat kombinasi antarkandidat presiden dan wakil presiden dalam satu kesatuan lengkap tentang bagaimana masing-masing pasangan menawarkan solusi untuk masyarakat," tegas Pramono.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan, pihaknya akan menggelar doa bersama lintas agama pada debat kelima mendatang. Doa bersama ini sekaligus menandai berakhirnya masa kampanye Pemilu 2019.

"Untuk debat kelima nanti, KPU merencanakan akan ada doa bersama dengan semua agama dan aliran kepercayaan kepada Tuhan YME. Doa akan dipimpin ulama Muslim dan diikuti tokoh agama lain," ujar Wahyu.

Dia melanjutkan, doa bersama ini sekaligis menjadi bentuk pesan damai dan menandakan berakhirnya waktu kampanye. Setelah masa kampanye berakhir, langsung memasuki masa tenang hingga 16 April 2019.

"Sehingga seluruh masyarakat dapat mawas diri, berkontemplasi masuk masa tenang, menjernihkan pikiran, sehingga dapat menggunakan hak pilih sebaik-baiknya," tegas Wahyu.

Seluruh panelis juga sudah menyusun pertanyaan yang akan diajukan kepada kedua paslon. Sepuluh panelis yang sudah terpilih menjanjikan akan membuat pertanyaan yang lebih mengeksplorasi visi dan misi kedua paslon.

Koordinator panelis debat kelima, Muhammad Nasih, mengatakan, pihaknya bersama KPU dan sejumlah perwakilan LSM telah menggelar focus group discussion (FGD) untuk mendapat masukan menyusun materi pertanyaan.

"Kamis (11/4) pagi insya Allah sudah final jadwal kita. Ini proses yang panjang dan melelahkan. Mohon dukunganya," ujar Nasih.

Selanjutnya, penyerahan soal akan mengikuti mekanisme pradebat sebagaimana dilakukan pada debat sebelumnya. Menurut Nasih, soal yang akan disusun merupakan materi umum seputar empat tema yang dibahas pada debat kelima. Keempat tema, yakni ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan-investasi, dan perdagangan-industri.

Persiapan paslon

Kedua paslon masih bersiap menghadapi debat yang akan mengombinasikan capres dan cawapres. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin Arsul Sani mengatakan, tidak ada persiapan khusus atau berbeda yang dilakukan paslon 01 pada debat terakhir.

Arsul mengatakan, keduanya akan kembali melangsungkan simulasi dalam waktu dekat. "Paling yang akan kami lakukan nanti dalam satu dua hari ini adalah simulasi debatnya," kata Arsul.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA