Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Reaksi Berbeda Jokowi dan Prabowo Atas Hasil Quick Count

Kamis 18 Apr 2019 00:02 WIB

Red: Andri Saubani

PEMILU 2019. Pemilih menunjukkan jari yang telah tercelup tinta di depan di papan pengumuman TPS 30 Cipagalo, Bandung, Rabu (17/4).

PEMILU 2019. Pemilih menunjukkan jari yang telah tercelup tinta di depan di papan pengumuman TPS 30 Cipagalo, Bandung, Rabu (17/4).

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Ragam hasil quick count menunjukkan Jokowi-Maruf unggul di Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Sapto Andika Candra, Dessy Suciati Saputri, Rizky Suryarandika, Antara, Bambang Noroyono, Febrianto Adi Saputro, Dian Erika Nugraheny

Baca Juga

Pemilu 2019 baru saja terselenggara. Meski hasil penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih harus ditunggu setidaknya sampai 22 Mei, publik pada Rabu (17/4) malam sudah bisa mengetahui hasil hitung cepat (quick count) versi berbagai lembaga survei.

Hingga Rabu malam pukul 21.00 WIB, Indikator Politik menjadi salah satu lembaga survei yang sudah merampungkan penghitungan cepatnya. Pasangan Joko Widodo-Maruf Amin unggul dengan angka 54,07 persen. Sementara itu, raihan suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 45,93 persen.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI), hingga pukul 19.15 WIB, telah menerima data sampel sebesar 96,95 persen. Berdsarkan data tersebut pasangan Jokowi-Maruf mendulang 55,44 persen, sedangkan Prabowo hanya mendapatkan 44,56 persen suara.

Adapun, hasil hitung cepat versi Indo Barometer, juga memenangkan pasangan nomor urut 01. Berdasarkan perolehan suara yang masuk hingga pukul 20.32 WIB sebanyak 95 persen, pasangan Jokowi-Maruf berhasil memperoleh suara sebesar 54,37 persen. Sementara, pasangan nomor urut 02 meraih 45,63 persen.

Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya usai bertemu dengan seluruh pimpinan partai koalisi dan petinggi Tim Kampanye Nasional (TKN) di Djakarta Theater, Rabu (17/4) tidak langsung mendeklarasikan kemenangan. Ia memilih untuk menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang menyukseskan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada Pemilu 2019.

Jokowi meminta agar para pendukungnya dan masyarakat menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Dari indikasi exit poll dan juga quick count kita sudah lihat semua tapi kita harus bersabar menunggu perhitungan KPU secara resmi," ujar Jokowi saat melakukan konferensi pers di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu sore ini.

Jokowi menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dianggap berhasil menjalankan pemilu. Jokowi juga berterima kasih kepada TNI dan Polri yang disebut mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama pemilu.

"Kita semuanya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPU, Bawaslu, DKPP sehingga proses pesta demokrasi pileg dan pilpres tadi pagi telah berjalan dengan jujur dan adil. Terima kasih juga kita sampaikan kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan, keamanan dan ketertiban sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," kata Jokowi dalam pidatonya

Jokowi juga meminta masyarakat Indonesia kembali bersatu setelah sebelumnya sempat terpolarisasi dalam kontestasi Pilpres 2019. Jokowi memandang pesta demokrasi hari ini, Rabu (17/4) telah berjalan baik, aman, dan tertib. Ia pun meminta rakyat Indonesia menutup pilpres dan pileg hari ini dengan kembali merawat kerukunan hidup bermasyarakat.

"Marilah kita kembali bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air setelah pileg dan pilpres. Menjalin, merawat kerukunan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air," kata Jokowi.

Adapun capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan, dirinya tak percaya dengan hasil quick count lembaga-lembaga survei yang ditayangkan oleh stasiun-stasiun televisi. Prabowo menegaskan agar para pendukung dan relawannya tak percaya dengan hasil quick count lembaga survei yang betebaran di televisi saat ini.

Sebab, menurut dia, hampir semua lembaga survei yang menampilkan hasil quick count-nya lewat saluran televisi punya kecenderungan memihak pasangan capres/cawapres lain. “Saya tegaskan kepada rakyat Indonesia tak percaya dengan hasil quick count dari lembaga-lembaga survei (di televisi) karena mereka bekerja untuk satu pihak dan menggiring opini kekalahan kita,” kata Prabowo, di markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (17/4) malam.

Prabowo bahkan mengklaim, dirinya dan cawapres Sandiaga Uno telah unggul di posisi 62 persen berdasarkan hitungan tim internalnya. “Kita (Prabowo-Sandi) sudah berada di posisi 62 persen,” tegas Prabowo.

Prabowo menegaskan, angka kemenangan tersebut, adalah hasil real count internal. Hasil tersebut, kata Prabowo, hasil perhitungan internal di 320 ribu lebih tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia.

Usai mengumumkan hasil tersebut, dirinya langsung sujud syukur di halaman kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta. "Saya ingin menutup briefing saya dengan mengumandangkan takbir dan setelah itu sujud syukur," ucap Prabowo.

Para pendukungnya yang sejak Rabu sore berkumpul di depan kediamannya langsung bersorak mendengar pernyataan Prabowo. Setelah itu, Prabowo langsung diangkat ke pundak ajudannya dan diarak masuk menuju rumahnya.

Respons KPU

Ketua KPU Arief Budiman, mengatakan hasil hitung cepat (quick count) atau exit poll terkait hasil Pemilu 2019 bisa dijadikan referensi terkait penghitungan suara. Namun, Arief menegaskan bahwa hasil quick count bukanlah hasil resmi Pemilu 2019.

"Kalau ada quick count, ada yang bikin exit poll, jadikan itu sebuah referensi. Jadikan itu sebagai sebuah informasi," ujar Arief Budiman di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Arief mengatakan, KPU tidak melakukan quick count Pemilu 2019. KPU, hanya melakukan real count Pemilu 2019, berdasarkan data dari tingkat TPS yang dihitung dan direkap secara berjenjang sampai tingkat nasional.

"KPU ini kan enggak bikin quick count. KPU itu mengerjakan pemilu ini real count. Nanti merujuk saja hasil yang diungkapkan KPU. Hasil resminya kapan, berapa hasil resminya, ya, nanti nunggu ketika menetapkan hasilnya," tegas Arief.

Sebelumnya, Arief mengatakan pihaknya menetapkan hasil Pemilu 2019 secara nasional paling lama 35 hari pascapemungutan suara, Rabu (17/4). Dengan demikian, hasil resmi Pemilu 2019 baru bisa diketahui paling lama pada 22 Mei 2019.

"Hasil resmi, menurut undang-undang, paling lama 35 hari setelah pemungutan suara dilakukan KPU sudah harus mengumumkan," ujar Arief Budiman saat pemantauan pemungutan suara di TPS Rutan Kelas II Cipinang, Jakarta Timur, Rabu.

[video] Usai Pencoblosan Jokowi Mengaku Lega

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA