Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Saat TKN Deklarasi Jokowi-Maruf Menang Pilpres 2019

Sabtu 20 Apr 2019 10:49 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny, Sapto Andika Candra/ Red: Elba Damhuri

Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengangkut kotak suara yang berisi surat suara hasil Pemilu Serentak 2019 untuk dilakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Foto:
Sebelum TKN deklarasi, Prabowo sudah umumkan menang pilpres 2019.

Prabowo mendeklarasikan dirinya, didampingi Sandiaga Uno. Tampak hadir para tokoh nasional, seperti Amin Rais, dan Rachmawati Soekarniputri, beserta para pemimpin partai-partai koalisi Adil dan Makmur. Prabowo menerangkan, deklarasi tersebut, berdasarkan hasil dari rekapitulasi formulir C-1 yang menjadi hasil penghitungan di tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia.

Prabowo menegaskan, deklarasi tersebut, sengaja ia umumkan lebih cepat. Karena, ia meyakini saat ini sedang terjadi usaha-usaha kecurangan.

“Deklarasi ini kami umumkan lebih cepat, karena kami punya bukti-bukti ragam kecurangan yang terjadi di desa-desa, dan kecamatan-kecamatan, kelurahan-kelurahan, di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi berharap klaim kemenangan capres-cawapres disudahi. Sebab, saat ini proses penghitungan suara secara resmi masih berlangsung.

Selain itu, masih ada beberapa daerah yang belum melangsungkan pemungutan suara. "Sudahlah, klaim dari masing-masing pihak itu disudahi. Silakan menunggu proses penghitungan yang dilakukan oleh KPU," kata Pramono, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/4).

Pramono mengatakan, hasil secara resmi nantinya juga akan dikerjakan bersama-sama dengan partai politik serta semua tim pasangan calon presiden-wakil presiden. Ia mengatakan, semua penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan masing-masing pihak bisa ikut mengawasi proses tersebut.

"Kita kawal bersama-sama proses penghitungan itu. Mudah-mudahan itu bisa menjadi mekanisme dimana kemurnian tiap suara yang diberikan oleh pemilih kita di TPS itu bisa kita jaga sampai di rekapitulasi tingkat nasional," kata dia lagi.

Lebih lanjut, ia mengatakan seharusnya semua partai politik mempunyai data lengkap dari semua TPS. Sebab, masing-masing dari mereka diberikan kesempatan untuk memberikan saksi di TPS. Ia melanjutkan, ketika pleno krekapitulais di tingkat kecamatan, maka saksi-saksi yang mengumpulkan C1 akan dibawa ke kecamatan.

(ed: satria kartika yudha)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA