Minggu, 14 Ramadhan 1440 / 19 Mei 2019

Minggu, 14 Ramadhan 1440 / 19 Mei 2019

Pesan Luhut untuk Prabowo

Senin 22 Apr 2019 17:07 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kanan) usai rapat terbatas tentang ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4/2019)

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kanan) usai rapat terbatas tentang ketersediaan anggaran dan pagu indikatif tahun 2020 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/4/2019)

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Meski belum bertemu, Luhut mengaku sudah menelepon Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Dessy Suciati Saputri, Arif Satrio Nugroho, Antara

Adalah adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang pertama kali membocorkan kepada media bahwa kakaknya akan menerima Luhut Binsar Panjaitan sebagai utusan dari Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Hashim mengatakan, Prabowo akan menerima Luhut di kediamannya di Kartanegara, Jakarta, pada Ahad (21/4).

Baca Juga

"Luhut Panjaitan akan bertemu Prabowo, saya dengar besok," kata Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Sabtu (20/4).

Informasi dari Hashim itu beberapa hari setelah Jokowi pada Kamis (18/4) menyampaikan kepada wartawan, bahwa dirinya telah mengutus seseorang untuk bertemu Prabowo. Jokowi mengatakan, pertemuan dengan utusan khusus itu agar bersama-sama mendinginkan situasi politik setelah pemungutan suara Pilpres 2019.

“Sehingga rakyat melihat bahwa pemilu kemarin sudah selesai dengan lancar, aman, damai dan tidak ada suatu apa pun," kata Jokowi.

Namun, pertemuan antara Luhut dan Prabowo pada Ahad (21/4) urung terjadi. Pada Senin (22/4) di Kompleks Istana Kepresidenan, Luhut menyatakan, telah berkomunikasi dengan Prabowo melalui sambungan telepon.

Menurut Luhut, saat berkomunikasi dengan Prabowo, capres nomor urut 02 itu menyambutnya dengan baik. Bahkan, keduanya juga sempat tertawa saat berbincang melalui sambungan telepon.

Selain itu, Luhut juga mengaku sempat bernostalgia dengan Prabowo saat berkomunikasi. Kendati demikian, rencana pertemuan tersebut batal lantaran Prabowo dikabarkan sedang sakit.

"Ya memang saya sudah telepon sama pak Prabowo, bicara per telepon, ya kami kan teman. Bicara baik-baik ketawa-ketawa, ya kita janjian mau ketemu. Hari Minggu kemarin tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kita reschedule," ujar Luhut di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/4).

Ya Pak Probowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja mau bilang jangan terlalu didengarilah pikiran-pikiran (masukan) yang terlalu nggak jelas basisnya karena Pak Prabowo orang rasional." Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut pun menyebut, pertemuan dengan Prabowo akan kembali dijadwalkan kembali setelah Prabowo sehat. Namun, ia mengatakan akan kembali menghubungi Prabowo sebelum agenda pertemuan nanti dijadwalkan.

Menteri koordinator bidang Kemaritiman itu menilai Prabowo merupakan sosok yang rasional dan memiliki jiwa patriotisme yang tinggi. Luhut berharap Prabowo menghormati apa pun keputusan KPU mengenai hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Saya betul-betul ingin Pak Prabowo legacy-nya diingat di Indonesia sebagai pemimpin yang turut mematangkan demokrasi di Indonesia dan menghormati apa pun yang diputuskan oleh KPU dan kita semua menghormati demokrasi kita dan konstitusi kita," ujar Luhut.

Luhut yakin, Prabowo merupakan sosok yang sangat rasional dan seorang pemimpin yang mampu berpikir jernih. Kendati demikian, Luhut berpesan agar orang-orang di sekitar Prabowo tak memberikan informasi yang menyesatkan serta menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU.

"Hanya titip saja orang-orang di sekitarnya jangan memberi informasi-informasi yang tidak benar, saya juga kenal orang-orang di sekitarnya," tambahnya.

Luhut meminta agar Prabowo tidak terprovokasi orang-orang di sekitarnya terkait proses penghitungan hasil Pilpres 2019. "Ya Pak Probowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja mau bilang jangan terlalu didengarilah pikiran-pikiran (masukan) yang terlalu nggak jelas basisnya karena Pak Prabowo orang rasional," kata Luhut.

Menurutnya, penyelenggaran pemilu 2019 ini dilakukan dengan jujur dan adil. Hal ini dinilainya terbukti dari berbagai ucapan selamat yang disampaikan para pemimpin negara kepada pemerintah.

"Hampir 30 negara lebih mengakui bahwa pilpres, pileg ini dilakukan dengan jurdil, saya ulangi ya dengan jurdil," ucap Luhut.

[video] 'Pesta Demokrasi Berjalan dengan Baik'

Respons BPN Prabowo-Sandi

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi masih belum memberi sinyal positif pertemuan antara Luhut Binsar Pandjaitan dan Prabowo Subianto. Juru bicara BPN Andre Rosiade bahkan menyebut, kalaupun ada pertemuan maka Prabowo akan bertemu Capres 02 Joko Widodo, bukan Luhut.

"Kalau mungkin suatu saat BPN bisa saja bertemu dengan Pak Luhut tapi mungkin bukan Pak Prabowo. Kalau Pak Prabowo mau ketemu, tentu sama Pak Jokowi bukan Pak Luhut," kata Andre di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Ahad (21/4).

Andre mengatakan, saat ini silaturahim antara Prabowo dan Jokowi berjalan baik. Ia menyebut, Prabowo juga menganggap Jokowi maupun para pendukungnya sebagai sahabat.

"Ya memang terbelah pilihan kan biasa biasa aja, bagian dari demokrasi. Tapi masyarakat Indonesia aman damai, ekonomi berjalan secara normal. Jadi tidak perlu diburu buru ya pertemuan Pak Luhut dengan Pak Prabowo," kata Andre.

Politikus Gerindra itu pun menegaskan, pihaknya masih menunggu realisasi keinginan Jokowi untuk menemui Prabowo. Ia menegaskan, Prabowo tak pernah dendam pada Jokowi meskipun Jokowi dianggapnya telah menghianati Prabowo di masa-masa sebelumnya.

"Jadi jangan anda ragukan kenegarawanan seorang Prabowo Subainto. Jadi jangan ragukan prabowo seorang yang bermental demokrat, sangat patriot demi kepentingan rakyat," kata Prabowo.

Koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari banyaknya imbauan berbagai pihak agar terjadi rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Dia menilai rekonsiliasi dilakukan kalau terjadi konflik, namun saat ini tidak ada konflik, yang ada adalah perdebatan terkait perbedaan hasil.

"Perdebatan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik, ini tidak ada," kata Dahnil, di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (22/4).

Dahnil menegaskan, fokus Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat ini adalah rekapitulasi suara yang ada dalam form C1 plano. Tujuannya agar tidak terjadi kecurangan.

"BPN Prabowo-Sandi fokus mengawal C1, dan kami sedang mengumpulkan banyak sekali fakta (kecurangan) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," kata Dahnil.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA