Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Petugas Pemilu Meninggal Lampaui 100 Orang

Selasa 23 Apr 2019 07:13 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny, Bambang Noroyono/ Red: Elba Damhuri

Anggota KPPS mengecek surat suara saat sesi penghitungan suara Pemilu serentak 2019 yang berlangsung hingga malam hari di TPS 77 Pondok Jaya, Cipayung, Dpok, Jawa Barat, Rabu (17/4).

Foto:
Jumlah petugas pemilu di berbagai daerah yang meninggal terus bertambah.

Para pengawas itu berada di jajaran daerah. "Menjadi kesedihan bagi kami bahwa jajaran pengawas kami ada yang gugur saat bertugas. Ada 26 orang yang meninggal, itu ada di jajaran kabupaten/kota, kecamatan hingga desa," ujar Bagja di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Bawaslu mengucapkan dukacita kepada keluarga korban. Nantinya, Bawaslu pun akan memberikan santunan kepada keluarga pengawas tersebut. "Insya Allah, akan ada perhatian (santunan) dari Bawaslu kepada keluarga dan nanti akan kami sampaikan. Gugurnya jajaran pengawas kami ini menjadi evaluasi kami dalam pengawasan pemilu," kata Bagja.

Sementara itu, tugas pengawasan para pengawas yang meninggal dunia akan digantikan oleh pengawas lainnya. "Nanti akan digantikan oleh teman-teman seperjuangannya. Kami akan menuntaskan proses pengawasan pemilu hingga akhir," Bagja menambahkan.

Sebanyak 15 personel Polri juga gugur selama penyelenggaraan pemilu serentak 2019. Para anggota kepolisian tersebut meninggal dunia saat menjalankan tugas menjaga distribusi, pencoblosan, hingga rekapitulasi. Mabes Polri menjanjikan kenaikan pangkat bagi para anggotanya yang meninggal dunia saat bertugas tersebut.

Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, pekan lalu tercatat 10 anggotanya yang gugur. Namun, sampai pencatatan pada Senin (22/4), bertambah lima anggota yang meninggal dunia.

“Kebanyakan anggota (kepolisian) ini gugur karena kelelahan. Memang pemilu ini tugas berat untuk kita semua,” kata dia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Dedi menerangkan, 15 personelnya yang gugur tersebut kebanyakan dari luar Jawa meski ada juga dari satuan kepolisian di Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar). Paling banyak secara berurutan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra Utara (Sumut).

“Masalah geografis di wilayah-wilayah luar Jawa memang sangat menguras tenaga. Makanya, banyak (yang meninggal dunia) di luar Jawa. Sangat berat bagi mereka,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, para personel kepolisian tersebut bukan cuma memastikan pemilu di daerah pengamanan masing-masing berjalan aman dan lancar, melainkan personel kepolisian juga dituntut untuk memastikan logistik pemilu sampai di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlahnya mencapai sekitar 800 ribu titik.

“Untuk mereka yang gugur ini, akan dipastikan kenaikan pangkat. Dan, Kapolri sudah memastikan untuk mendapatkan santunan dan perpanjangan bulanan (gaji),” ujar Dedi. (ed: fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA