Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Situng yang Dicurigai Selaras Quick Count dan Penjelasan KPU

Selasa 23 Apr 2019 00:01 WIB

Red: Andri Saubani

Relawan mengentri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu tahun 2019 KPU Se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, (20/4).

Relawan mengentri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu tahun 2019 KPU Se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, (20/4).

Foto: Republika/Prayogi
BPN Prabowo-Sandi mencurigai Situng KPU selaras dengan hasil quick count pilpres.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Bambang Noroyono, Dian Erika Nugraheny, Riza Wahyu Pratama

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencurigai adanya upaya penyelarasan antara Sistem Perhitungan Suara di Laman Komisi Pemilhan Umum (Situng KPU) dan hasil quick count Pilpres 2019 versi banyak lembaga survei. Direktur Informasi dan Teknologi (IT) BPN 02, Agus Muhammad Maksum menyatakan kecurigaan tersebut setelah melihat hasil pendataan berjalan Situng KPU.

Agus mengatakan, dari penelusuran BPN, pola pendataan hasil suara yang dilakukan KPU dalam Situng-nya, memprioritaskan daerah-daerah kemenangan paslon pejawat 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Bahkan kata Agus, hasil suara ada yang dipaksakan meski belum ada C1-nya atau rekapitulasi pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

"Kejadian seperti itu banyak ditemukan, "ujar dia. Sehingga, kata Agus, tampak dalam Situng KPU, paslon 02 kalah atas 01.

"Dan itu (angka persentase 01-02 dalam Situng KPU), sama nilainya dengan quick count. Jadi kami curiga, kok KPU meng-entry data, dan mempertahankan persentase keunggulan 01 atas 02, sama seperti hasil quick count,” sambung dia.

Menengok Situng KPU sejak dibuka pada Kamis (18/4), sampai Senin (22/4) angka persentase keunggulan 01 versus 02 di angka 54-55 persen, berbanding 44-45 persen. Data tersebut, dengan persentase 16,8 persen dokumen C1 yang sudah terpublikasi.  

Angka perbandingan tersebut, persis sama dengan hasil quick count saat Pilpres 2019, Rabu (17/4) digelar. Yaitu, ketika sekitar delapan lembaga survei mengatakan kemenangan Jokowi-Maruf, berada di angka 54-55 persen. Sedangkan Prabowo-Subianto, berada di angka keterpilihan 44-45.

Versi quick count tersebut, sampai hari ini dibantah oleh BPN 02 yang meyakini, Prabowo-Sandiaga menang 62 persen. Adapun, kubu Jokowi-Maruf, mengklaim kemenangannya berdasarkan hasil quick count lembaga-lembaga survei tersebut.

Sampai Senin (22/4), memang belum semua penghitungan suara berdasarkan C1 terpublikasi di Situng KPU. Baru sekitar 137 ribu dari total 813 ribu TPS yang sudah melampirkan C1 pada laman tersebut.

Pendataan C1 lewat Situng KPU tersebut, sebagai bentuk keterbukaan penyelenggara pemilu atas hasil pemungutan suara di TPS-TPS. Namun, KPU berulang kali menegaskan, Situng bukan acuan dari hasil resmi perhitungan manual KPU untuk menentukan pemenang Pilpres 2019.

Agus menyampaikan, pola entry data dalam Situng KPU mengundang banyak pertanyaan. Karena, selain persentase keterpilihan yang sama dengan angka hasil quick count, menurutnya, sejumlah indikasi kecurangan input C1 juga masif.

"Dan KPU mengakui itu sudah menjadi kesalahan kirim data," ujar Agus.

Ia mencontohkan yang sudah ketahuan melakukan kesalahan input data C1 dalam Situng KPU. Salah satunya terjadi di TPS 093, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim).

Agus mengatakan, pada TPS tersebut, berdasarkan C1 yang diunggah Jokowi-Maruf kalah dengan cuma mendapatkan 47 suara. Sementara Prabowo-Sandiaga menang dengan total 162 suara.

Namun, dalam Situng KPU tercatat 01 menang 180 suara, dan paslon 02 kandas dengan 56 suara. Contoh lainnya, kata Agus terjadi dalam Situng KPU untuk TPS 018 Desa/Kelurahan Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Di TPS tersebut, berdasarkan form C1, Jokowi-Maruf cuma memperoleh 53 suara. Sedangkan Prabowo-Sandiaga menang telak dengan 130 suara. Namun dalam Situng KPU tercatat sebaliknya. Paslon 01 menang dengan 553 suara. Adapun 02, kandas dibikin kandas dengan cuma mendapatkan 30 suara.

“Data-data seperti ini banyak sekali kita temukan,” ujar Agus.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA