Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Situng yang Dicurigai Selaras Quick Count dan Penjelasan KPU

Selasa 23 Apr 2019 00:01 WIB

Red: Andri Saubani

Relawan mengentri data dan pindai form C1 hitung cepat berbasis aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu tahun 2019 KPU Se-Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, (20/4).

Ketua KPU, Arief Budiman memberikan pernyataan kepada wartawan di Pusat Informasi Penghitungan Suara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Foto:
BPN Prabowo-Sandi mencurigai Situng KPU selaras dengan hasil quick count pilpres.

KPU Bantah Tuduhan Lakukan Kecurangan

Terkait kesalahan input data hasil C1 ke dalam Situng KPU, telah diakui oleh penyelenggara pemilu. Ketua KPU, Arief Budiman, menegaskan bahwa pihaknya tidak ada niat sama sekali melakukan kecurangan dalam melakukan entry data C1 ke Situng KPU.

Menurut Arief, kesalahan entry data C1 murni karena faktor human error, yakni kelelahan para petugas KPU di daerah. "Jadi saya tegaskan tidak ada niat untuk curang. Kalau terjadi karena kesalahan input, itu saya menduga murni karna kesalahan human error," ujar Arief Budiman pada Sabtu (20/4).

Arief menjelaskan bagaimana petugas KPU mulai dari KPPS, PPK, PPS dan KPU Kabupaten/Kota bekerja 24 jam untuk melakukan pemungutan suara hingga penghitungan suara. KPPS, kata dia audah bekerja sejak jam 6 pagi pada hari pemungutan suara, Rabu, 17 April 2019.

KPPS terus bekerja sampai selesai penghitungan suara di TPS sampai pukul 24.00 WIB dan bahkan ada berlanjut sampai hari berikutnya, Kamis, 18 April 2019. Begitu juga petugas PPK, PPS dan KPU Kabupaten/Kota bekerja kurang lebih hingga pukul 12 malam.

"Kemudian KPU Kabupaten/Kota itu sejak mulainya tahapan itu sudah bekerja over time, mungkin petugas entri ini yang kita memang meminta ini kalau bisa dalam waktu 1x24 jam selesai, itu (semua) jenis pemilu, 1x24 jam, jadi kerja ngebut," terang dia.

Karena faktor kelelahan, kata Arief, terbuka kemungkinan kesalahan entry data C1 ke Situng. Namun, kesalahan-kesalahan tersebut tidak dibiarkan, tetapi langsung dikoreksi. KPU juga sudah membuka ruang bagi warga yang menemukan kesalahan entry data C1 untuk melaporkan ke KPU.

"Kalau ada kesalahan ya, sama-sama kita berikan informasinya, tentu yang bisa lakukan koreksi kita, nanti kita akan lakukan koreksi," ujarnya.

Arief juga menegaskan, tidak ada rekayasa dalam proses penghitungan faktual (real count) lewat Situng KPU. Ditanyakan mengenai jumlah laporan yang masuk ke dalam Situng KPU, data paling banyak masuk dari Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Arief menjawab, semua daerah diberikan kesempatan yang sama dalam melaporkan hasil pemilu.

"Ini se-Indonesia disuruh lapor. Nggak ada tujuannya di sini masuk dulu, yang sana masuk dulu. Nggak benar tendensi kayak gitu," kata Arief.

Arief mengumpakan, jika ia meminta semua wartawan untuk meneleponnya, ia tidak dapat memastikan siapa yang akan meneleponnya terlebih dahulu. Ia tidak bisa mengatur pihak yang akan menelepon pertama kali, serta pihak yang menelepon belakangan.

"Apa saya bisa pastikan siapa yang akan telepon duluan, siapa yang telepon belakangan?"

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA