Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Analisis Kekalahan Jokowi di Sumbar dan Isu Boikot RM Padang

Rabu 24 Apr 2019 15:13 WIB

Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo menggunakan hak suaranya di TPS 008, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Pelayan bersiap menyajikan beragam makanan di sebuah rumah makan Padang.

Foto:
Jokowi-Maruf kalah di Sumbar berdasarkan quick count dan real count Pilpres 2019.

Seruan Boikot Rumah Makan Padang

Kekalahan Jokowi-Maruf di Sumbar merembet ke media sosial (medsos) di mana sempat muncul seruan untuk memboikot rumah makan (RM) Padang. Perbincangan tentang boikot RM Padang itu muncul setelah beredar tangkap layar status Facebook yang mengatakan malas makan di RM Padang dan mengajak rakyat untuk tidak makan di rumah makan tersebut.

Namun realitanya, sejumlah pemilik RM Padang di Jakarta menyatakan, tidak terpengaruh oleh ajakan boikot tersebut. Pemilik RM Padang berharap masyarakat tidak merespons kekalahan capres yang mereka dukung dengan melakukan hal yang dapat mengganggu kerukunan hidup berbangsa.

"Sampai sekarang pengunjung masih banyak yang datang, seperti hari-hari biasa," kata Nina, manager Rumah Makan Padang Sederhana di Jalan Sabang, Jakarta, Selasa (23/4).

Nina mengatakan, tidak ada penurunan jumlah pembeli dan omzet dalam beberapa hari terakhir setelah beredar boikot RM Padang di sejumlah platform media sosial. Nina mengetahui, rencana boikot itu dari Facebook, tetapi sejauh ini ia tidak merasakan dampak apa pun dari rencana tersebut.

Senada dengan Nina, pelayan di Rumah Makan Padang Saiyo, Yeni, dan Sinar Minang Jaya, Deni, juga mengaku tidak ada penurunan kunjungan pembeli di rumah makan tempat mereka bekerja. Yeni bahkan mengatakan, jumlah pesanan dalam beberapa hari terakhir meningkat karena banyak acara di beberapa perkantoran.

Yeni mengatakan kalah menang adalah hal biasa. Yang terpenting adalah kelapangan dada untuk menerima kekalahan sebagai hal yang justru dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Dia mengimbau sesama warga negara Indonesia untuk tetap menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa dengan melakukan tindakan yang positif.

Jejen, yang tengah makan di RM Padang Sederhana dan mengaku sebagai pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, mengatakan dirinya mengetahui ajakan boikot tersebut. Tetapi, makan masakan Padang sudah menjadi kegemarannya.

"Terlepas dari pilihan politik saya, makan masakan Padang itu sudah menjadi hobi dan enggak ada hubungannya makanan dengan politik," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA