Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Akhir Kisah De Rossi di Roma: Veteran yang Terbuang

Kamis 16 Mei 2019 15:37 WIB

Red: Budi Raharjo

Daniele de Rossi.

Daniele de Rossi.

Foto: EPA-EFE
Setelah Casillas, Cech, dan Iniesta, kini giliran De Rossi.

REPUBLIKA.CO.ID,ROMA -- Kepergian Daniele de Rossi dari AS Roma menambah daftar panjang pemain veteran yang terbuang dari klub yang dibelanya. Bagaimana tidak, De Rossi sudah mengabdi nyaris 18 tahun, sebuah masa yang terbilang cukup lama bagi seorang pemain profesional.

De Rossi bergabung dengan klub Seri A tersebut sejak 2000 dari klub Ostia Mare. Kini, pada usia 35 tahun, De Rossi telah tampil sebanyak 615 kali dengan mencetak 63 gol. Namun, yang membuat De Rossi terkesan dibuang adalah ia tidak pensiun.

I Lupi dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, De Rossi ingin mencari petualangan di tempat baru. DeRossi akan melakoni laga terakhir untuk klub saat lawan Parma pada 26 Mei mendatang.

"Roma dan saya memilih jalan masing-masing. Ada banyak cinta di antara kami, baik sekarang maupun pada masa depan, walaupun itu akan dalam bentuk yang berbeda," kata De Rossi, dikutip dari BBC, Rabu (15/5).

De Rossi memang bisa dibilang hampir sejajar dengan legenda Giallorossi, yaitu Francesco Totti. De Rossi, yang memenangkan Piala Dunia 2006 bersama Italia itu, menjadi pemain yang paling banyak tampil kedua di Roma setelah Totti. Di mana Totti telah bertanding sebanyak 786 kali selama 25 tahun.

Bersama Roma, De Rossi telah memenangkan Coppa Italia pada 2007 dan 2008 serta Super Coppa pada 2007. Namun, Roma sebenarnya bukan ingin melepas De Rossi. Sebab tim berjuluk Serigala Roma itu menawarkan posisi sebagai direktur di klub. Akan tetapi, De Rossi menolak tawaran itu karena merasa masih mampu menjadi pemain.

"Melihat ke belakang, beberapa momen spesifik saya akan ubah. Namun, secara keseluruhan, saya tidak akan mengubah apapun tentang loyalitas terhadap tim ini," ujar De Rossi.

Presiden Roma Jim Pallota mengungkapkan kesedihannya saat De Rossi mengenakan jersey klubnya untuk yang terakhir kali saat melawan Parma. Ia mengaku sangat menghormati keputusan De Rossi yang masih ingin bermain, walaupun usianya hampir 36 tahun. "Saya pastikan pintu kami masih terbuka untuknya agar kembali ke klub dengan peran baru apa pun yang diinginkannya," kata Pallota.

photo

Iker Casillas

Nasib serupa juga pernah dirasakan oleh legenda Real Madrid Iker Casillas. Kiper andalan Los Blancos itu dilepas ke Porto saat ia masih mampu bermain. Padahal, Casillas sudah berada hampir 25 tahun di Santiago Bernabeu atau saat ia masih remaja. Bisa dibilang sepanjang karier sepak bolanya hanya berada di Real Madrid.

Namun, kedatangan kiper muda membuatnya kalah bersaing. Apalagi, Real Madrid justru kian meminggirkannya sehingga Casillas, yang telah tampil sebanyak 510 laga di tim senior, pun memilih hengkang ke Portugal.

Rekan senegara Casillas, Andres Iniesta, pun mengalami hal yang sama. Ia telah membela Barcelona selama 16 tahun atau 17 tahun jika dihitung dari Barcelona B. Bersama Blaugrana, Iniesta tampil sebanyak 442 pertandingan dan 35 gol ia sumbangkan untuk klub.

Hanya, saat Iniesta sedang dalam masa sulit, Barca malah melepasnya, seperti yang pernah mereka lakukan terhadap Xavi Hernandez. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itupun memilih untuk pindah ke Liga Jepang bersama Vissel Kobe.

Lain halnya dengan Wayne Ronney. Setelah 13 tahun berseragam Manchester United, ia justru dijual ke Everton karena dianggap tak lagi mampu bersaing dengan pemain muda. Padahal, Rooney merupakan pencetak gol sepanjang masa Iblis Merah, mengalahkan Sir Bobby Charlton.

Raul Gonzalez juga meninggalkan Real Madrid pada 2010. Dia dilepas setelah dinilai tak lagi memuaskan di lini depan. Faktor cedera juga menjadi pengaruh besar dalam kariernya. Sedangkan, John Terry kontraknya tak diperpanjang Chelsea. Dia kemudian melanjutkan karier di Aston Villa pada 2017 dan pensiun pada tahun berikutnya. Kini Terry menjadi asisten manajer di klub itu.

Petr Cech meninggalkan Chelsea setelah bermain selama 11 tahun. Dia sadar sudah tak dibutuhkan lagi dan memilih pergi ke Arsenal. Ikon Juventus, Gianluigi Buffon, nasibnya juga tak jauh berbeda. Kontraknya tak diperpanjang, tapi ditawari jabatan di klub. Buffon menolak dan memilih main untuk Paris Saint-Germain (PSG). (Eko Supriyadi ed:citra listya rini)

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA