Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Fenomena Liverpool

Sabtu 18 May 2019 15:34 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Didi Purwadi

Juergen Klopp (kanan) merayakan keberhasilan Liverpool ke final Liga Champions bersama para pemainnya.

Juergen Klopp (kanan) merayakan keberhasilan Liverpool ke final Liga Champions bersama para pemainnya.

Foto: Peter Byrne/PA via AP
Liverpool rasanya justru baru akan memulai era baru, terutama di kancah domestik.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Keperkasaan Manchester City pada Liga Primer Inggris musim lalu akhirnya mampu dijawab oleh Liverpool pada musim ini. The Reds terbukti menjadi pesaing terberat dan tersengit sang juara bertahan dalam perburuan menuju tangga juara Liga Inggris. Bahkan, dari sejumlah catatan statistik di sepanjang kompetisi, The Reds sebenarnya mampu menggungguli City.

Mulai dari jumlah kekalahan, catatan clean sheet, hingga jumlah kebobolan gol, Liverpool lebih baik ketimbang The Citizens. Tidak hanya itu, dengan koleksi 97 poin yang dikumpulkan pada musim ini, sebenarnya cukup untuk membawa Liverpool menjadi juara Liga Primer Inggris di 25 musim dari 26 musim yang telah digelar.

Musim ini bisa dibilang memang menjadi musim terbaik Liverpool di sepanjang keikutsertaan di Liga Primer Inggris. Sejumlah rekor baru dipecahkan Liverpool di gelaran Liga musim ini, termasuk raihan poin mencapai 97 angka dan hanya mencatatkan satu kekalahan. Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik dengan hanya kebobolan 22 gol serta melanjutkan rekor tidak pernah kalah di laga kandang.

Rekor Liverpool
Bahkan, capaian 97 poin milik Liverpool musim ini merupakan capaian poin tertinggi ketiga di sepanjang sejarah kompetisi Liga Primer Inggris setelah Manchester City yang mampu mengumpulkan 100 poin pada musim lalu dan 98 poin pada musim ini. Bahkan, pada sepanjang musim ini, Liverpool menghabiskan waktu lebih banyak berada di puncak klasemen sementara, yaitu 141 hari, dibanding Manchester City.

Berbagai catatan apik ini kian manis saat tiga pemain Liverpool meraih penghargaan pada akhir musim. Duet penyerang Sadio Mane dan Mohammed Salah berbagi tempat dengan penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, sebagai top skorer Liga Primer Inggris dengan raihan 22 gol.

Sementara kiper Liverpool, Alisson, menjadi kiper terbaik Liga Primer Inggris musim ini dengan mencatatkan 21 clean sheet. Kiper asal Brasil itu pun diganjar oleh penghargaan sarung tangan emas Liga Primer Inggris musim ini. Sayangnya, dari semua pencapaian yang diraih Liverpool musim ini, satu hal yang hilang justru trofi Liga Primer Inggris.

Kendati begitu, tidak berlebihan rasanya jika menyebut Liverpool merupakan fenomena terbesar di kancah Liga Primer Inggris musim ini. The Reds menjadi tim pertama yang gagal menjadi juara setelah meraih lebih 90 poin dan hanya menelan satu kekalahan. Selain itu, apa yang telah ditampilkan The Reds di Liga Primer Inggris musim ini sebenarnya juga telah berimbas pada peningkatan level level kompetisi sepak bola paling bergengsi di tanah Inggris tersebut.

Jika pada musim lalu, City cenderung nyaman dan terlalu dominan dalam perburuan gelar juara, maka pada musim ini The Citizens harus berjuang ekstra keras hingga matchweek terakhir untuk bisa memastikan titel Liga Inggris. Sebagai juara bertahan, The Citizens mau tidak mau harus merespon performa impresif Liverpool pada sepanjang musim ini.

Era Baru
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang terlebih dulu mengucapkan terima kasih kepada Liverpool saat pertama kali diwawancara usai timnya memastikan gelar juara. Menurut eks pelatih Barcelona itu, Liverpool memaksa timnya untuk terus meningkatkan dan menjaga performa di level tertinggi.

''Mereka membantu kami untuk terus mendorong dan meningkatkan performa kami, karena kami bersaing dengan salah satu tim terbaik di Inggris. Kami telah menciptakan standar tinggi pada musim lalu, tapi Liverpool berhasil membawa kami mempertahankan standar tersebut,'' ujar Guardiola seperti dikutip Sky Sports.

Liverpool memang akhirnya harus kembali memendam mimpi untuk bisa mengangkat trofi Liga Primer Inggris untuk pertama kalinya sejak 1990 silam. Kendati begitu, dengan menilik pencapaian musim ini, Liverpool rasanya justru baru akan memulai sebuah era baru, terutama di kancah domestik.

''Dalam perburuan gelar juara, orang bisa berkata, seharusnya kami melakukan hal yang lain, tapi tidak, kami telah melakukan apa yang kami bisa. Berada di perinkat kedua, jelas bukan hal yang kami inginkan, tapi ini justru menjadi awal dari perjalanan kami pada mendatang, bukan sebagai akhir,'' ujar pelatih Liverpool, Juergen Klopp, seperti dikutip Sky Sports.

Hal senada diungkapkan bek tengah Liverpool, Virgil Van Dijk. Meski kecewa dengan kegagalan merengkuh trofi Liga Primer Inggris, tapi dengan gaya permainan dan skuat yang mereka miliki, bek tengah asal Belanda itu optimistis bahwa timnya bisa tampil lebih baik pada musim depan.

''Dengan hasil yang kami terima di kancah Liga Primer Inggris, bukan berarti musim ini sudah selesai buat kami. Kami telah belajar dari kegagalan ini, dan saya harap, kami bisa kembali bersaing dalam perburuan gelar juara pada musim depan,'' tutur pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA