Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Tetap Puasa, Zohri Melesat dan Rebut Tiket Olimpiade Tokyo

Senin 20 May 2019 18:10 WIB

Red: Andri Saubani

Lalu Muhammad Zohri

Lalu Muhammad Zohri

Foto: Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Lalu Muhammad Zohri berhasil memecahkan rekor nasional pada Seiko Golden Grand Prix.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Muhammad Ikhwanuddin, Afrizal Rosikhul Ilmi

Baca Juga

"Alhamdulillah (puasa) aman. Biasanya kalau latihan saja tetap puasa," kata pelatih tim atletik Indonesia, Eni Nuraeni saat dihubungi Republika, Ahad (12/9).

Saat itu, Eni mengonfirmasi bahwa tim atletik Indonesia yang terdiri dari Lalu Muhammad Zohri, Muhammad Abina Bisma, Eko Rimbawan, Adi Joko, dan Bayu Kertanegara sedang berada di Jepang untuk menjalani IAAF World Relays dan Seiko Golden Grand Prix yang dihelat di Jepang.

Kontingen Indonesia sudah berada di Jepang sejak Kamis (9/5). Rencananya, para atlet dan pelatih akan tetap berada di Jepang hingga 20 Mei.

Bulan Ramadhan ternyata membawa berkah. Sepekan setelah Eni mengonfirmasi bahwa anak asuhnya tetap menjalani ibadah puasa di Jepang, Lalu Muhammad Zohri membuat kejutan yang membanggakan.

Masyarakat Indonesia memang patut bangga dengan prestasi yang diukir Zohri pada kejuaraan atletik Seiko Golden Grand Prix 2019 di Osaka, Jepang, Ahad (19/5). Pada ajang tersebut Zohri kembali mempertajam rekor nasional (rekornas) sekaligus Asia Tenggara, lari 100 meter.

Zohri yang berada di line sembilan finis di urutan ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik. Perolehan tersebut memecahkan rekor nasional miliknya sendiri yakni 10,13 detik yang diraih pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha, Qatar, pada 21 April lalu.

Zohri hanya terpaut tiga per seratus detik dari pelari Amerika Serikat (AS), Justin Gatlin yang finis tercepat dengan catatan waktu 10,00 detik. Adapun, perikat kedua diraih oleh pelari Jepang, Kiryu Yoshihide dengan 10,01 detik.

Sebagai informasi, Gatlin merupakan jagoan AS yang merupakan juara dunia dan peraih emas nomor 100 meter pada Olimpiade 2004 dan perak Olimpiade 2016. Dalam kariernya, bisa dibilang Gatlin hanya kalah dari sang legeda sprint dunia asal Jamaika,  Usain Bolt.

Target dan tujuan Zohri mengikuti kejuaraan tersebut berhasil dicapai. Selain hanya terpaut 0,03 detik dari sang juara dunia, Zohri pun berhasil lolos kualifikasi untuk tampil Olimpiade 2020 di Tokyo dengan batas minimal 10,05 detik. Zohri menjadi pelari pertama Indonesia yang berhasil tembus ke Olimpiade.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung mengungkapkan, bukan hal mudah untuk membawa Zohri tampil di Seiko Golden Grand Prix 2019. Pasalnya, pihak penyelenggara sempat menganggap Zohri belum pantas menjadi peserta karena catatan waktu terbaik sebelumnya masih 10,13 detik.

Catatan waktu tersebut dinilai belum masuk hitungan untuk bisa tampil di Jepang. Namun, dengan komunikasi yang baik, Tigor mampu meyakinkan penyelenggara Seiko GP 2019.

Tigor mengatakan kepada pihak penyelenggara bahwa pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang berlangsung di Doha, Senin (21/4) lalu, Zohri hanya kalah 0,03 detik dari sprinter Jepang, Yoshihide. Zohri pun akhirnya mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai peserta undangan.

Tak diduga, meski hanya berstatus peserta undangan, Zohri berhasil mengukirprestasi gemilang di Jepang. "Semoga seiring dengan peningkatan prestasi, atlet-atlet kita dpt berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi bergengsi supaya dapat juga mengumpulkan skor kualifikasi Olimpiade 2020," kata Tigor.

Dengan bangga, ia mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan doa dan dukungan kepadanya. Secara khusus ia berterimakasih kepada PB PASI dan pelatih.

"Berkat doa kalian semua Alhamdulillah saya berikan prestasi terbaik buat Indonesia," kata Zohri.

Dengan catatan waktu yang terus membaik, Zohri diharapkan menjadi sprinter pertama Indonesia yang bisa menembus waktu sembilan detik pada nomor 100 meter. Pelatih Eni Nuraeni optimistis Zohri bisa melakukannya asal sprinter berusia 18 tahun itu mampu memperbaiki start.

"Asal kelemahannya, khususnya di start bisa diperbaiki, Zohri pasti bisa menembus jajaran atlet dengan waktu di bawah 10 detik," kata Eni.

Janji terpenuhi

Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto menyampaikan, tiket Olimpiade yang sudah diperoleh Zohri merupakan janji PB PASI beberapa waktu lalu. PB PAS pernah meminta izin ke Kemenpora untuk tidak mengikutsertakan Zohri ke SEA Games agar dapat fokus ke Olimpiade.

"Ternyata janji itu bisa dipenuhi," kata Gatot saat dihubungi Republika, Senin (20/5).

Gatot mengatakan, masyarakat Indonesia patut bangga terhadap raihan Zohri. Terlebih lagi karena Zohri mampu memecahkan rekornya sendiri.

Gatot mempercayai PB PASI untuk mengatur performa Zohri agar optimal mengingat kariernya masih terbilang panjang di usianya yang masih 18 tahun. Selain itu, lanjut Gatot, prestasi Zohri juga dapat menjadi penyemangat atlet lain untuk meraih tiket sebanyak-banyaknya di Olimpiade.

Tidak menutup kemungkinan bagi cabang olahraga seperti bulu tangkis, panjat tebing, angkat besi, dan dayung serta yang lain untuk meraih hal serupa. "Poinnya adalah harus kerja keras agar tiket bisa terpenuhi," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA