Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Arsenal Vs Chelsea, Berebut Gelar Terakhir

Rabu 29 May 2019 23:01 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Didi Purwadi

Liga Europa

Liga Europa

Foto: UEFA.org
Final Liga Europa akan digelar di Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5) malam dinihari.

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Terakhir kali dua tim dari satu negara di era Liga Europa tampil di partai final terjadi pada 2011 lalu. Kala itu klub elite asal Portugal, FC Porto, bertemu dengan rivalnya Braga.

Kini tradisi itu kembali terjadi. Final Liga Europa 2018/2019 bakal mempertemukan dua tim sekota yakni Arsenal versus Chelsea.

Kedua tim asal London, Inggris ini bakal saling jegal untuk memastikan salah satu gelar bergengsi di turnamen elite Benua Biru. Pertandingan nantinya akan digelar di Stadion Olimpiade, Baku, Azerbaijan, pada Kamis (30/5) dini hari WIB nanti.

Catatan Rekor

Bicara pengalaman mentas di laga final, Arsenal dan Chelsea sama-sama telah merasakan panasnya atmosfer pertandingan pamungkas Liga Europa. Namun, the Blues bisa dikatakan lebih difavoritkan karena pernah menjuarai trofi itu pada musim 2013 usai mengalahkan Benfica 2-1 di Stadion Johan Cruyff.

Sementara Arsenal yang akan tampil untuk kali kedua di final Liga Europa, sama sekali belum pernah meraih trofi tersebut. Pasalnya, di partai final the Gunners menyerah oleh Galatasaray lewat adu penalti dengan skor 1-4 di Stadion Parken, Denmark, musim 2000 silam.

Catatan menarik lainnya adalah terkait kedua manajer. Situasi itu berbanding terbalik dari fakta di atas. Sebab Maurizio Sarri (Chelsea) belum pernah meraih trofi kejuaraan besar, sementara Unai Emery (Arsenal) sudah tiga kali menjuarai Liga Europa.

Pria asal Spanyol itu pun selau sanggup membawa tim asuhannya berjaya dalam tiga final terdahulu. Semuanya saat dirinya membesut tim asal Andalusia, Sevilla. Alhasil, para fan Meriam London sedikit dapat menghela nafas. Kali ini mereka berada di bawah tangan pelatih yang berpengalaman dan berpotensi mengakhiri puasa gelar Arsenal.

Menilik hal tersebut, Arsenal lebih diuntungkan karena memiliki keuntungan dengan adanya Emery. Terlebih, mereka terhindar dari rumor miring terkait masa depan pemainnya. Namun, mereka tak bisa terlalu berharap memetik clean sheet pada laga nanti.

Pasalnya, merujuk pada pertemuan terakhir kedua klub, laga berjalan ketat. Sejak 2017, the Blues dan the Gunners telah delapan kali bertemu. Hasilnya, tiga kali Arsenal menang, tiga kali imbang, dan dua kali the Roman Emperor menang. Ini membuktikan betapa sulit memprediksi hasil pertemuan keduanya.

Tak Ingin Sesumbar

Sementara itu, pelatih Unai Emery tidak berani berjanji mempersembahkan trofi untuk Arsenal. Dia hanya bisa menjamin kesebelasan asal London Utara bakal kembali bersaing dengan tim-tim kuat lainnya.

''Saya tidak menjanjikan gelar juara, saya berjanji untuk bersaing. Apa yang dilakukan Wenger untuk klub ini sangatlah besar,'' jelas Emery, sebagaimana dilansir El Mundo, Selasa (28/5).

Terlepas dari target tersebut, Emery berbicara terkait strategi untuk menjegal lawannya. Bekas pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu mengakui menghentikan Eden Hazard adalah kunci untuk mengalahkan Chelsea dan memenangkan Liga Europa.

''Kami mengenal Chelsea dengan sangat baik, tim dengan kualitas dan tingkat fisik yang tinggi. Hazard adalah pemain yang memanfaatkan momen. Ini adalah tim yang lengkap,'' kata dia.

Bek tengah Arsenal, Sokratis Papastathopoulos, pun mengakui lawannya punya skuat yang sangat bagus. Akan tetapi Sokratis meminta rekan-rekannya agar tak perlu memikirkan permainan lawan, karena terpenting bagi mereka adalah fokus pada diri sendiri untuk menampilkan performa terbaiknya.

''Mereka memiliki pemain dan manajer yang bagus. Kami menghormati mereka tetapi setela kami berencana untuk memainkan permainan kami. Maka kami hanya dituntut untuk fokus pada diri kami sendiri,'' ucap bek asal Yunani dilansir Sky Sport.

Faktor Hazard

Sementara Chelsea akan bergantung terhadap sihir penyerang sayap, Eden Hazard. Pemain asal Belgia itu sudah terlibat dalam 31 gol yang dibuat the Blues dengan catatan 16 gol dan 15 assist di Liga Inggris. Kehadiran Hazard di lapangan juga terbukti ampuh bagi Si London Biru dengan 20 kali kemenangan dan delapan kali kekalahan.

Musim ini Chelsea hanya butuh konsistensi dari lini serang yang dihuni Olivier Giroud dan Gonzalo Higuain karena masih tampil angin-anginan. Jika Hazard bermain apik dan lini ujung tombak tampil mengigit, bukan tidak mungkin Chelsea yang mengangkat trofi di akhir laga.

Pelatih Maurizio Sarri pun mengaku pertandingan melawan Arsenal akan berjalan dengan terbuka. Mengingat Si London Merah mempunyai dua pemain depan yang mampu bergerak dengan cepat, Pierre-Emerick Aubameyang dan Andrea Lacazette.

''Mereka sangat berbahaya sebagai tim yang mengusung permainan menyerang. Arsenal sangat agresif dan mampu menekan lawan setengah lapangan dengan baik. Tidak akan mudah melawan Arsenal,'' kata Maurizio Sarri dilansir laman resmi klub.

Lebih lanjut, kemenangan nanti bisa dijadikan kado perpisahan Hazard bersama Chelsea. Sebab, pesepak bola asal Belgia santer dikaitkan dengan tim elite Spanyol Real Madrid.

Di sisi lain, Andai bisa menjadi juara bersama Arsenal, Emery akan mencatatkan diri menjadi juru taktik yang paling banyak memenangi kasta kedua kompetisi antarklub Eropa. Saat ini, pelatih 47 tahun itu sama dengan Giovanni Trapattoni dengan koleksi tiga gelar.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA