Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

SBY dan Bu Ani: Potret Kesetiaan Hingga Maut Memisahkan

Ahad 02 Jun 2019 09:07 WIB

Red: Budi Raharjo

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menangis saat mengiringi jenazah Ibu Ani Yudhoyono setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/6).

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menangis saat mengiringi jenazah Ibu Ani Yudhoyono setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (1/6).

Foto: Antara
Ikatan Cinta SBY dan Bu Ani dinilai sangat luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istri Presiden keenam RI, Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono), wafat setelah berjuang melawan kanker darah di National University Hospital (NUH), Singapura, pada Sabtu (1/6) siang. Kedekatan Ani Yudhoyono dan suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pun dianggap sebagai potret kesetiaan hingga maut memisahkan.

Bahkan, SBY dikabarkan meminta sendiri agar jenazah Ani diantarkan dengan pesawat Hercules karena tak ingin pisah. "Bapak (SBY) minta pakai Hercules saja supaya bisa bersama-sama di atas. Kalau Boeing kan tidak boleh naik kargonya," ujar Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Rektor IPB Dr Arif Satria menjelaskan mengenai kedekatan Ani dan SBY. Dia menilai, Ibu Negara tersebut adalah sosok pendamping setia. "Bu Ani adalah sosok pendamping setia Pak SBY," kata Arif saat dihubungi.

Dalam setiap kesempatan, kata Arif, dapat disaksikan betapa SBY mendapatkan dukungan penuh dari almarhumah di setiap langkahnya. Kesetiaan yang ditunjukkan Ibu Ani ini sejalan dengan riset Thomas Stanley bahwa dari 100 faktor sukses ternyata 'dukungan pasangan hidup' masuk dalam lima besar.

"Dukungan Bu Ani sangatlah penting dalam setiap suasana yang genting. Apalagi, sebagai seorang presiden yang memang dihadapkan dengan sejumlah masalah bangsa yang sungguh besar," kata rektor muda IPB ini.

Arif mengatakan, pada Maret 2019, ia berkesempatan menjenguk Ani di National University Hospital (NUH), Singapura, dan diterima langsung oleh SBY dan kedua putranya. Pada kesempatan itu, Arif mendengarkan langsung cerita SBY tentang kondisi kesehatan Ani.

Arif pun terharu dengan ikatan cinta SBY dan Ani yang luar biasa. Terlihat SBY secara total berada di Singapura selama perawatan Ani.

Dia mengatakan, mantan-mantan presiden Republik Indonesia memiliki hubungan suami- istri yang penuh dengan cinta yang luar biasa. Seperti hubungan SBY dan Ani serta Habibie dan Ainun. "Khusus dengan Bu Ani, saya melihat dari saat bertemu Pak SBY tampak begitu sedih ketika Bu Ani dirawat," kata dia. Arif mengatakan, ikatan cinta yang kuat para presiden RI dapat menjadi teladan bagi seluruh bangsa Indonesia.

photo
Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Yudhoyono (kiri) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) mengangkut peti jenazah Ibu Ani Yudhoyono setibanya di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6).


Sepanjang resmi menikah pada 30 Juli 1976, Ani selalu menampingi SBY. Meskipun karena pekerjaan, SBY sering mendapatkan penugasan sehingga harus meninggalkan Bu Ani. Baru saja menikah, SBY ditugaskan memimpin peleton di Timor Timur.

Saat melahirkan pun, lagi-lagi Ani harus kuat tanpa didampingi sang suami. Pada kelahiran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), SBY memang mendampingi seluruh proses kelahiran dengan sepenuh hati. Akan tetapi pada kelahiran Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ani terpaksa tak didampingi SBY yang harus bertugas di Karawang, jauh dari rumah Ani di Bandung.

Berpuluh tahun Ani selalu setia menjadi pendamping SBY bertugas dalam berbagai keadaan. Hingga pada 2004, karier panjang SBY mencapai puncak dengan terpilih menjadi presiden RI melalui proses pemilu langsung oleh rakyat pertama di Indonesia.

Dari ibu-ibu 'Persit' menjadi seorang Ibu Negara, ternyata Ani sukses partner bagi Sang Presiden. Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang juga menjadi menkeu pada masa pemerintahan SBY. Sri Mulyani melihat Ani sangat dekat dengan Presiden SBY.

"Sebagai seorang istri yang selalu mendampingi di dalam setiap kunjungan, pada saat mendengar aspirasi dari masyarakat, beliau (Ani) ikut mencatat. Mungkin ikut membantu mengingatkan apa yang harus dijawab Bapak Presiden," kata Sri Mulyani, Sabtu (1/6).

Ani dinilai selalu suportif dan sigap memberikan dukungan pada SBY. Sri Mulyani juga mengingat, dalam sebuat dapat di Bali, SBY bermain gitar dan bernyanyi di sela-sela rehat. "Ibu Ani selalu mendampingi beliau dan menatap Pak SBY dengan penuh rasa sayang. Seorang istri dan pasangan suami istri yang luar biasa," ujar Sri Mulyani. n arif satrio nugroho/intan pratiwi/dadang kurniawan/antara ed: mansyur faqih

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA