Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Friday, 15 Rajab 1440 / 22 March 2019

Penumpang "Sandera" Manajemen Batavia, Ini Penyebabnya

Rabu 16 May 2012 22:29 WIB

Red: Heri Ruslan

Salah satu pesawat milik maskapai Batavia Airlines.

Salah satu pesawat milik maskapai Batavia Airlines.

Foto: mynetbizz.com

REPUBLIKA.CO.ID,  SUNGAI RAYA -- Kurang puas dengan sistem penggantian waktu tunggu penerbangan yang ditetapkan pihak Batavia Air Lines, 145 penumpang Batavia tujuan Jakarta-Pontianak sepakat untuk "menyandera" pewakilan manajemen Batavia.

"Karena sistem pencairan voucher delay yang diberikan Batavia tidak seperti yang kita harapkan, makanya kita menahan manajemen Batavia Jakarta, untuk dibawa ke Pontianak guna menyelesaikan keluhan penumpang," kata Erine, salah satu penumpang Batavia tujuan Jakarta-Pontianak, setibanya di Bandara Supadio Pontianak, Rabu malam.

Erine menjelaskan, para penumpang yang tidak puas dengan keterangan yang diberikan oleh manajemen Batavia terpaksa membawa perwakilan maskapai tersebut ke Pontianak, agar bisa menyelesaikan keluhan penumpang.

"Kami tidak terima lantaran penggantian waktu tunggu penerbangan hanya diberikan berupa voucher Rp300 ribu yang proses pencairannya kami nilai rumit. Sewaktu di Jakarta para penumpang sempat ribut dengan pihak manajemen Batavia lantaran tidak jelasnya sistem penggantian waktu tunggu penerbangan ini dan karena tidak ada titik temu, makanya kita sandera pihak managemen Batavia untuk dibawa ke Pontianak dan menyelesaikannya di sini," katanya.

Di tempat yang sama, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalbar, Sukiman, yang juga menjadi salah satu penumpang Batavia menjelaskan, sebetulnya bukan penyanderaan yang dilakukan penumpang, melainkan manajemen Batavia Jakarta diajak ke Pontianak untuk menyelesaikan keluhan penumpang.

"Kalau menggunakan bahasa disandera jelas itu tidak relevan, bukan disandera tapi kita mengajak. Ya, dari pada tidak ada titik temu, dan waktu terbang pesawat juga sudah saatnya, makanya kita membawa managemen Batavia ke Pontianak, agar bisa diselesaikan masalahnya di Pontianak," kata Sukiman.

Dia menyatakan, menjadi suatu hal yang wajar jika banyak penumpang yang tidak puas dengan manajemen Batavia. Seharusnya para penumpang sudah berangkat dari Jakarta menuju Pontianak pukul 14.15, namun delay hingga lima jam lebih.

"Sebetulnya ini bukan permasalahan nilai penggantian, tetapi lebih pada kepuasan penumpang terhadap jadwal penerbangan Batavia yang kita nilai memang perlu pembenahan," tuturnya.

Dengan adanya kejadian malam ini, Sukiman berharap ada proses pembelajaran dari managemen Batavia agar bisa lebih baik ke depan.

"Karena masalah ini masih kita rembukkan, ya sebagai wakil rakyat, saya harapkan ada langkah konkrit yang bisa dilakukan oleh managemen Batavia, karena keterlambatan ini murni dari managemen Batavia itu sendiri," katanya.

Manajer Batavia Pontianak, Niko mengatakan keterlambatan penerbangan dari Batavia karena adanya rotasi pesawat. Hal itu mengakibatkan tidak hanya penerbangan dari Pontianak-Jakarta juga mengalami Delay, tetapi rute lainnya juga terkena imbas, seperti Jakarta-Pontianak, dan tiga rute lainnya.

"Kita memohon maaf kepada penumpang Batavia, karena harus menunggu lama. Memang seharusnya penumpang berangkat pada pukul 16.45, namun karena harus menunggu rotasi pesawat, menyebabkan jadwal delay yang cukup lama," tuturnya.

Niko mengatakan, 145 penumpang Batavia tujuan Pontianak-Jakarta baru bisa diberangkatkan pada pukul 21.20, setelah pesawat dari Jakarta datang. Untuk mengantisipasi kerugian yang dialami penumpang, pihaknya sudah memberikan voucher penggantian uang sebesar Rp300 ribu dan bisa diuangkan di kantor Batavia Jakarta.

"Voucher itu juga bisa diuangkan di daerah, namun prosesnya memang agak lama karena setelah voucher itu kita terima, kita harus mengirimnya ke pusat dan pusat nanti akan mentransfernya ke rekening penumpang," kata Niko.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA