Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Seorang Warga Karawang Meninggal Dunia Saat Mencoblos di TPS

Rabu 27 Jun 2018 17:33 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Pilkada Jawa Barat. Warga menggunakan hak pilihnya di Pilkada Jawa Barat, Depok, Rabu (27/5).

[ilustrasi] Pilkada Jawa Barat. Warga menggunakan hak pilihnya di Pilkada Jawa Barat, Depok, Rabu (27/5).

Foto: Republika/ Wihdan
Anih meninggal saat mencoblos di TPS 10 Desa Margasari.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Seorang perempuan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat secara tiba-tiba meninggal dunia di areal tempat pemungutan suara (TPS) saat menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilihan Gubernur Jabar, Rabu (27/6).  Warga Karawang meninggal dunia itu bernama Anih (54), warga Dusun Tamelang Timur, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur.

Camat Karawang Timur, Eli Laeli Komala mengatakan, Anih meninggal saat sedang melakukan pencoblosan di TPS 10 Desa Margasari. Ketika itu, Anih datang ke TPS dengan didampingi anaknya. Setelah mencoblos di bilik suara, secara tiba-tiba saat akan melipat suara, Anih terjatuh sampai mengakibatkan bilik pencoblosan terjatuh.

"Sesuai keterangan saksi, saat itu Ny Anih tengah melakukan pencoblosan. Tetapi belum sempat melipat surat suara dan memasukan ke kotak surat suara, ia jatuh tersungkur," kata Eli.

Saat itu, Anih langsung tidak sadarkan diri. Kemudian, warga membawanya ke Klinik Maja Medika yang tidak jauh dari lokasi TPS.

Sesampainya di klinik, Anih langsung ditangani tapi beberapa saat kemudian pihak klinik menyatakan Ny Anih yang tidak sadarkan diri sudah meninggal dunia.

Menurut Eli, dari keterangan keluarga, Anih menderita sakit diabetes. Tetapi, sebenarnya saat akan mencoblos, yang bersangkutan dalam kondisi sehat.

Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat M Iriawan menilai, pada tahun ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya di Pilkada Serentak Jawa Barat 2018 meningkat. Dari persentase partisipasi sebesar 63 persen pada pilkada sebelumnya, menjadi 72 persen.

"Alhamdulillah seluruhnya berjalan lancar, partisipasi masyarakat meningkat. Kalau direkap lebih dari 72 persen yang jelas meningkat dibandingkan pilkada sebelumnya (Pilgub Jawa Barat 2013)," ujar Iriawan usai melakukan video conference Desk Pilkada Jawa Barat dengan KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Rabu (27/6).

Iriawan mengatakan, tingkat partisipasi Pilkada Jawa Barat pada 2013 hanya 63 persen. Ia memperkirakan meningkatnya tingkat partisipasi pemilih di Jawa Barat pada Pilkada Serentak 2018 salah satunya dikarenakan masifnya sosialiasi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA