Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Survei: Deddy Mizwar Penantang Terberat Emil

Selasa 05 Dec 2017 21:58 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Budi Raharjo

Dua Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar

Dua Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar

Foto: Republika/Mardiah

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada 10 sampai 15 November terhadap 1.200 responden, Deddy Mizwar merupakan penantang terberat Ridwan Kamil dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 mendatang.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR, mengatakan, jika kandidat disimulasikan secara head to head, maka elektabikitas Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar berada pada gap elektabilitas di 20,6 persen.

"Dimana elektabilitas Ridwan Kamil 49,4 persen unggul signifikan. Sementara Deddy Mizwar 28,8 persen di posisi kedua," kata Hanta dalam acara rilis Temuan Survei Poltracking Indonesia, Peta Elektabilitas Kandidat Gubernur dan Preferensi Pemilih, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa (5/12).

Ia mengatakan, terdapat dua dimensi personal yang cukup kompetitif antara Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar dibandingkan dimensi lainnya. Dimana, dalam aspek religius, Ridwan Kamil lebih unggul dari Deddy Mizwar. "Ridwan Kamil 33,6 persen dan Deddy Mizwar 30,9 persen," tambahnya.

Sedangkan pada dimensi atau aspek Membela Umat Islam, Ridwan Kamil berada pada 27,3 persen dan Demiz berada di 24,1 persen. Jika dilihat dari kinerja Deddy Mizwar yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar, 56,5 persen publik mengaku puas dengan kinerja Demiz. "Secara kuantitatif tingkat penilaian ini tidak terlalu tinggi karena dibawah 60 persen," tambah Hanta.

Walaupun dari temuan survei, Ridwan Kamil unggul pada semua pertanyaan uji karakter personal kandidat, namun Hanta mengatakan, perubahan bisa saja terjadi. Sebab, menurutnya, peta politik masih kompetitif karena politik masih tetap dinamis.

"Posisi Ridwan Kamil bisa dikatakan cukup tinggi, namun bisa dikatakan belum cukup aman karna angkanya masih di bawah 60 persen, bahkan dibawah 50 persen," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA