Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Bawaslu Pekalongan Hentikan Kampanye Ilegal Caleg

Sabtu 10 Nov 2018 20:19 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pencopotan baliho ilegal (ilustrasi)

Pencopotan baliho ilegal (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Para caleg diimbau menaati aturan-aturan yang ditetapkan KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN— Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menghentikan lima kegiatan kampanye tidak resmi para calon anggota legislatif karena tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari kepolisian.

Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Pekalongan Wahyudi Sutrisno di Pekalongan, Sabtu (10/11), mengatakan sebagian calon legislatif yang melakukan kampanye ilegal tersebut adalah peserta pemilu wajah baru. 

"Bawaslu tegas menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh para caleg itu. Setelah mereka kami berikan penjelasan, akhirnya mereka menerima dengan baik dan memahami kampanye tanpa STTP itu dilarang," katanya. 

Selain menghentikan lima kegiatan kampanye tidak resmi, Bawaslu juga menemukan 271 pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye yang terpasang di sejumlah titik.

Pemasangan APK yang melanggar aturan itu sudah ditertibkan bersama petugas Satpol Pamong Praja (Satpol PP). Diperkirakan masih ada pelanggaran APK lainnya yang belum sempat ditertibkan.

Pemasangan alat peraga kampanye yang melanggar peraturan KPU itu, antara lain, dipasang pada pohon, tiang listrik, dan fasilitas umum.

Dia mengimbau caleg dapat turut membaca aturan-aturan main pemilu, termasuk mengenai peraturan kampanye agar sesuatunya dapat berjalan sesuai dengan ketentuan tanpa adanya pelanggaran. 

Bawaslu juga berharap asyarakat agar ikut berperan aktif dalam menyikapi pelanggaran pemilu.

"Kalau ada pelanggaran, saya minta warga segera lapor ke Bawaslu agar secepatnya dapat ditindaklanjuti," katanya. 

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengingatkan pada para caleg tetap menjaga iklim kondusif meski saling bertarung dalam memperebutkan suara.

"Kontestansi politik jangan dimasukkan dalam hati sehingga stabilitas politik dapat terus terjaga, taati aturan yang ada serta bersaing secara sehat," katanya.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA