Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

Jumat, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 Februari 2019

PKB: Harga BBM Memang Harus Naik, Asalkan..

Ahad 12 Mei 2013 20:39 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Citra Listya Rini

BBM Bersubsidi (ilustrasi)

BBM Bersubsidi (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VII DPR RI M. Nur Yasin dari Fraksi PKB mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) memang harus naik. Terdapat beberapa alasan harga BBM harus naik.

Menurutnya, subsidi BBM saat ini sudah terlalu besar sehingga harga BBM menjadi murah. Murahnya harga BBM menjadi objek yang menguntungkan bagi para penyelundup. 

"Mereka menjual BBM ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Harga BBM Rp 4.500 per liter dijual ke luar negeri bisa menjadi Rp 8.000 per liter," kata Nur Yasin di Jakarta, Ahad, (12/5). 

Keuntungan yang diraih para penyelundup BBM, ujar Nur Yasin, bisa mencapai triliunan. Namun, pihak kepolisian susah menangkap para penyelundup tersebut. Kalaupun ditangkap, para penyelundup menyodori uang hingga akhirnya banyak penegak hukum yang tak berkutik.

Nur Yasin mengatakan karena murahnya harga BBM, maka Bahan Bakar Nabati (BBN) tidak bisa berkembang di pasaran. Sebab harga BBN jauh lebih mahal dari pada BBN. Pun, Bahan Bakar Gas (BBG) tidak berkembang karena harganya lebih mahal dari BBM. 

Meski setuju harga BBM naik, Nur Yasin menegaskan tidak setuju adanya pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Sebab pemberian BLSM ini hanya mendidik masyarakat menjadi  pengemis.

Nur Yasin menyarankan penyaluran BLSM, sebaiknya dibuat dalam skema proyek padat karya. Misalnya saja, warga yang menganggur dan tak punya uang diberi pekerjaan untuk membersihkan gorong-gorong lalu diberi upah sebesar Rp 75 ribu sekali kerja. Sehingga untuk mendapatkan BLSM tidak gratis.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES