Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Lokomotif Perekonomian Rakyat Melalui Pembangun Desa

Kamis 30 Jul 2015 19:19 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko.

Foto: Republika/Wihdan H

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Reshuffle Kabinet Kerja yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat ini harus dilihat sebagai sebuah evaluasi, di mana para menteri saat ini tidak mampu menggerakkan sektor ekonomi. Pasalnya, perlambatan ekonomi yang terjadi menjadi 'tremor politik' lantaran bidang ekonomi menjadi pusaran persoalan bangsa.

Anggota Fraksi PDIP DPR Budiman Sudjatmiko mengakui, tidak ada pergerakan berarti dalam perekonomian Indonesia. "Setidaknya di jam-jam pertama pemerintahan Jokowi, ada lebih 40 juta tenaga kerja aktif di desa-desa sudah siap berdiri untuk menerima perintah dari Presiden membangun infrastruktur desa, membangun koperasi-koperasi desa dan badan-badan usaha milik desa, tapi semuanya belum merembes ke bawah," katanya di Jakarta, Kamis (30/7).

Budiman melanjutkan, orientasi pertumbuhan ekonomi saat ini masih eksklusif dan belum inklusif atau mengerakan tenaga-tenaga produktif di akar rumput, khususnya wilayah perdesaan. "Padahal dalam konsepsi Nawa Cita pembangunan desa mendapatkan perhatian lebih, pembangunan desa menjadi salah satu lokomotif perekonomian rakyat," kata anggota Komisi II DPR tersebut.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan seluruh lapisan harus terbiasa dengan ekonomi yang menyentuh langsung ke rakyat banyak dan juga jelas audit-nya, ke mana larinya dan juga bagaimana pertumbuhannya. "Sehingga reshuffle bisa mendorong pembangunan Badan-Badan Usaha Desa (Bumndes), mendorong Bumdes sebagai akar modal di tengah massa-rakyat," ujarnya.

Menurut Budiman, banyak hal yang bisa dibangun di desa dengan pola-pola pembangunan kreatif, seperti menciptakan 'Sentra Marketing Desa', 'Badan Pelindung Harga-Harga Produk Desa', dan 'Sistem Manajemen Informasi Desa'. Dengen begitu, desa yang tinggi tingkat informasinya bisa memimiliki akses modal yang kuat, akses pasar, akses pendidikan, akses kesehatan dan akses wawasan bagi masyarakat.

"Jika pemerintah Jokowi melakukan ini, maka akan mewariskan perekonomian Indonesia yang tumbuh ke atas dan berakar kuat di bawah. Ini satu-satunya cara untuk menahan terpaan tiap kali ada gejolak ekonomi dunia," tandas Budiman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA