Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

PKS Kecam Kudeta Militer di Turki

Ahad 17 Jul 2016 12:01 WIB

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Karta Raharja Ucu

Warga Turki berjalan untuk menyampaikan dukungannya terhadap pemerintahan yang hendak digulingkan, Sabtu (16/7).

Warga Turki berjalan untuk menyampaikan dukungannya terhadap pemerintahan yang hendak digulingkan, Sabtu (16/7).

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengecam kudeta faksi militer di Turki yang mengejutkan dunia serta menohok sendi-sendi demokrasi. Segelintir kelompok militer Turki tersebut telah gegabah dan mengambil jalan pintas untuk merebut kekuasaan melalui kudeta.

"Fraksi PKS turut prihatin terhadap upaya kudeta militer di Turki. Kami dengan tegas menolak kudeta militer karena itu merupakan gaya kuno yang akan menghadirkan konflik berkepanjangan yang mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan rakyat sipil di Turki dan juga kawasan di sekitarnya," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad (17/7).

Menurut Jazuli, Turki memiliki sejarah panjang aksi-aksi kudeta. Terakhir terjadi pada 1997, di mana kudeta militer mendepak kekuasaan demokratis yang dipimpin Perdana Menteri Necmettin Erbakan. "Namun rakyat Turki yang makin maju dan moderat makin sadar akan makna penguatan demokrasi. Di bawah pemerintahan Erdogan demokratisasi makin kokoh hingga empat kali pemilu," ujarnya.

Karena itu, terang Jazuli, Turki harus melampaui masa-masa kelamnya. Baik krisis ekonomi maupun bayang-bayang kudeta militer. "Pemerintahan demokratis hari ini adalah yang menyelamatkannya sejak krisis ekonomi 2001, juga mendapat dukungan 40 persen lebih dalam empat kali pemilu. Wajar kalau negara-negara sahabat berharap mereka stabil karena juga menguntungkan secara internasional," ujar Jazuli.

Di sisi lain ia merasa bersyukur saat mendapatkan kabar jika aksi kudeta tersebut dapat digagalkan pemerintah yang sah dan didukung rakyatnya. Karena itu ia memberikan apresiasi yang besar kepada pemimpin dan elemen-elemen masyarakat di Turki atas keberhasilannya tersebut.

"Saya berharap melalui kejadian ini, demokrasi di Turki kini dan di masa yang akan datang semakin kokoh dan stabil. Saya percaya pemerintah Turki sekarang dapat mengatasi masalah dengan membuka lebar kanal komunikasi yang baik dengan berbagai potensi dan kekuatan."

Di era demokrasi sekarang ini militer harus bersatu bersama rakyat dan seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan bangsa dan negara yang kuat bukan terjebak dengan politik praktis. Pemerintah Indonesia juga harus proaktif dalam menghadirkan perdamaian dunia bersama dengan bersama masyarakat sipil dalam hal penegakan sendi-sendi demokrasi, sambil memastikan bahwa warga negara Indonesia (WNI) tidak terkena masalah di Turki paska kudeta militer yang gagal ini.



Sebab mundur adalah pengkhianatan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA