Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Kamis, 18 Ramadhan 1440 / 23 Mei 2019

Taufik: Jangan Ajari Muhammadiyah Soal Toleransi

Senin 08 Mei 2017 00:31 WIB

Red: Joko Sadewo

Taufik Kurniawan

Taufik Kurniawan

Foto: Republika/Amin Madani

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK — Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan jangan mengajari Muhammadiyah soal toleransi maupun kebinekaan.

"Insya Allah Muhammadiyah akan memberikan yang terbaik untuk meluruskan perjalanan NKRI. Jangan ajari Muhammadiyah dengan toleransi, kebhinekaan. Karena Muhammadiyah yang menemukan itu,” kata Taufik saat kegiatan 'Apel Menggembirakan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana  Nasional’ yang diselenggarakan Komando Kesiapsiagaan angkatan muda muhammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah, di GOR Petrokimia Gresik, Ahad (7/5).

Dalam orasinya itu, Taufik menyoroti tentang perjalanan reformasi dan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, reformasi sudah memberi ruang bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Mulai dari kepala daerah hingga presiden.

Reformasi diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang baik. Namun yang terjadi banyak hal melenceng. Demokrasi justru bisa dibeli. “Jangan salahkan orang yang membeli, tapi renungkan apa yang harus kita perbuat untuk meluruskan perjuangan kita,”

Dengan melihat perjalanan bangsa sekarang, maka Muhammadiyah harus kembali meluruskan arah reformasi yang melenceng jauh.

"Jangan sampai reformasi yang sudah dibuka lebar-lebar, kesempatan rakyat yang menentukan tetapi lantas hanya segelintir orang saja yang memanfaatkan kekayaan negeri ini. Hanya segelintir konglomerat hitam yang menggunakan sumber daya alam yang kita miliki, mengatasnamakan demokrasi, mentasanamakan kerakyatan. Semua harus kita luruskan. Mari kita luruskan reformasi, tuntaskan reformasi untuk kita semua,” papar Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN ini.

Taufik meminta agar kader Pemuda Muhammadiyah tidak menjadi bagian kebodohan dalam proses demokrasi, tetapi menjadi orang yang cerdas dalam mengawal melencengnya reformasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA