Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Minggu, 17 Rajab 1440 / 24 Maret 2019

Politikus PKS: Konspirasi Berdarah 1965 tak Boleh Dilupakan

Jumat 22 Sep 2017 14:57 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Poster film Pengkhiatan G30S PKI.

Poster film Pengkhiatan G30S PKI.

Foto: wikipedia.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan sampai melupakan sejarah kelam dari peristiwa tragis yang terjadi pada 30 September 1965.

"Konspirasi berdarah dan niat kudeta 30 September 1965 tidak boleh kita lupakan begitu saja," kata Mardani Ali Sera dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia mengingatkan sejarah 1965 harus menjadi pelajaran mahal untuk bangsa Indonesia ke depannya tidak diam terhadap ideologi seperti ini. Lebih jauh Mardani mengatakan, ideologi Pancasila sudah paling tepat untuk bangsa Indonesia.

Untuk itu, lanjutnya, dinilai wajar bila ada warga yang resah terhadap isu PKI baru-baru ini. Mardani juga menyatakan setuju agar film G30S/PKI ditayangkan kembali guna meningkatkan kewaspadaan akan bahaya laten ideologi Komunisme.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut kegiatan nonton bareng film G30S/PKI yang di selenggarakan PKS di berbagai daerah.

Sebagaimana diwartakan, percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan netizen di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan menjadi percakapan tertinggi sejak 2016.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang, di Jakarta, Jumat, mengungkapkan hingga Kamis (21/9) pukul 20.40 WIB terdapat sebanyak 437.221 cicitan tentang PKI di media sosial Twitter.

Indonesia Indicator (I2), sebuah perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan "software AI" (Artificial Intelligence) mencatat, intensitas percakapan tentang PKI meningkat tajam lantaran dipicu oleh ajakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk kembali menonton bersama Film G30S/PKI.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA