Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Perindo Partai Pertama Daftar Pemilu 2019 ke KPU

Senin 09 Okt 2017 11:56 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kelima kanan) menunjukkan berkas saat mendaftarkan partainya ke KPU Pusat di Jakarta, Senin (9/10).

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kelima kanan) menunjukkan berkas saat mendaftarkan partainya ke KPU Pusat di Jakarta, Senin (9/10).

Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta dalam pemilu 2019 mendatang. Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesudibjo menjelaskan, Perindo masuk sebagai pendaftar pertama dalam Pemilu 2019 di KPU.

"Kami bersyukur Partai Perindo adalah partai pertama yang mendaftar sesuai pada penjelasan KPU tadi," ujar dia saat ditemui di Kantor KPU Pusat, Senin (9/10).

Hary mengatakan, dalam pendaftaran tersebut, Perindo sudah memberikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan KPU. Tidak hanya Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Perindo yang mendaftar. Namun, kata dia, seluruh cabang mulai dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Perindo secara serentak mendaftarkan diri ke KPU.

"Ini dilakukan serentak di seluruh tanah air oleh seluruh pengurus DPD atau kabupaten kota, Partai Perindo yang jumlahnya 514 di seluruh Indonesia," ujar dia.

Hary Tanoe berharap, Perindo bisa melewati verifikasi dengan baik dan mampu ikut serta dalam Pemilu 2019 mendatang. Terkait Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) sebagai syarat administratif di KPU, Hary Tanoe mengatakan tidak memiliki kendala untuk memenuhi persyaratan tersebut. "Tidak ada masalah, buktinya kami partai Perindo bisa mengatasi administrasi terkait sipol itu sendiri," ujar dia mengkahiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA