Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Ketua DPP PKS Menyayangkan Ada Insiden Intimidasi Saat CFD

Senin 30 Apr 2018 18:30 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bayu Hermawan

Mardani Ali Sera

Mardani Ali Sera

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Mardani menilai, adanya beda dukungan dan sikap adalah hal yang biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan adanya insiden intimidasi dalam aksi tagar #2019GantiPresiden saat car free day di Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat, Ahad (29/4) lalu. Mardani menilai, adanya beda dukungan dan sikap adalah hal yang biasa.

"Aksi ini sebenarnya bagus, tapi karena ini ada yang gabung (antara massa #2019GantiPresiden dan massa #DiaSibukKerja), ya sebenarnya biasa. Seperti pendukung MU dan pendukung Manchester City, gitu loh. Ya kalau sudah kumpul massa itu ya ada psikologi massa. Ini jangan sampai itu terjadi," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/4).

Ia mengatakan, kalau saja pada saat terjadi aksi itu tak ada bercampurnya antara kubu satu dengan kubu yang lain, ia yakin aksi tersebut tak akan terjadi insiden tertentu dan tak aka nada masalah. Mardani juga menegaskan, insiden itu pun seharusnya tak boleh ada dalam sebuah aksi yang damai.

"Nggak boleh ada itu. Kalau lihat lebih dalam itu, sebenarnya mereka yang mendatangi kumpulan (massa #2019GantiPresiden) itu. Mustinya itu kan sudah ada masing-masing grupnya. Yang di sebelah sana ya ada di sana, yang di sebelah sini ya ada di sini," jelasnya.

Mardani mengajak masyarakat untuk senantiasa dewasa dalam menerima perbedaan pendapat. Sebab, lanjutnya, perbedaan pendapat itu yang mencerminkan demokrasi di Indonesia.

"Masyarakat harus dewasa. Kalau berbeda pendapat itu wajar. Bahwa yang satu #2019GantiPresiden, yang satu #2019TerusinPresiden. Yang satu #2019GantiMobil, ya monggo saja, itu dinikmati saja. Karena itu bagian dari demokrasi. Demokrasi bagus seperti ini," jelasnya.

Mardani juga mengapresiasi masyarakat yang turut turun dalam aksi ini. Dengan adanya aksi ini, ia mengatakan, demokrasi Indonesia menjadi ada keseimbangan dinamika. Bila saat ini, kata dia, muncul tagar #2019GantiPresiden, maka esok mungkin akan muncul tagar-tagar lain.

"Nanti berikutnya akan saling dewasa masing-masing. Kita harus percaya masyarakat itu masyarakat cerdas dan dewasa," ungkapnya.

Aksi massa mengenakan kaus #2019GantiPresiden pada kegiatan CFD Sudirman Thamrin Jakarta pada Ahad lalu viral di media sosial. Salah satu yang viral adalah video adanya dugaan intimidasi seorang ibu dan anak yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA