Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Sekjen Koalisi Jokowi: Ketua Tim Kampanye Berinisial 'M'

Kamis 16 Aug 2018 15:57 WIB

Rep: Bayu Adji P, Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani memberikan keterangan kepada wartawan seusai pendaftaran pasangan calon Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani memberikan keterangan kepada wartawan seusai pendaftaran pasangan calon Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Nama ketua tim kampanye akan diumumkan oleh Jokowi paling lambat awal pekan depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, enggan membocorkan sosok ketua tim kampanye Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Termasuk, apakah sosok tersebut berasal dari partai atau nonpartai politik.

Namun, Arsul memastikan, nama ketua tim kampanye diawali huruf "M". "Itu nanti kita lihat. Inisialnya tetap 'M'," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).

Saat ditanya apakah sosok tersebut mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Arsul tidak menjawab lugas. Namun, ia meminta agar semua pihak kembali menunggu pengumuman resmi. "Ya, segala kemungkinan bisa, jangan juga memastikan, nanti jadi masalah lagi," ujarnya.

Arsul mengatakan, nama ketua tim kampanye tersebut bakal diumumkan oleh Jokowi pada akhir pekan ini atau paling lambat awal pekan depan. "Pak Jokowi menentukan bersama KH Ma'ruf dan ketum partai siapa ketua tim pemenangan KIK agak sabar sedikit," ujar Arsul.

Baca Juga: Drama Mahfud MD dan Peta Politik Nasional

Direktur Populi Center Usep S Ahyar menilai, Mahfud MD berpeluang bergabung ke dalam tim kampanye Jokowi-Mahfud. Menurut dia, sikap terang-terangan Mahfud MD kepada publik mengenai dinamika pemilihan calon wakil presiden (cawapres) Jokowi hanya sikap emosional sesaat.

Ia menambahkan, saat ini posisi Mahfud masih menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dengan demikian, secara tidak langsung Mahfud masih sering berhubungan dengan Jokowi ataupun pemerintahan Kabinet Kerja.

“Pasti akan diperhitungkan dengan matang (sebagai tim kampanye), tapi masih mungkin, tetapi kalau ke Prabowo kayaknya agak susah,” kata dia ketika dihubungi Republika.co.id, Kamis (16/8).

Baca Juga: Nasdem: Pengakuan Mahfud tak Gerus Elektablitas Jokowi

Bagi Jokowi-Ma'ruf, Usep mengatakan, kehadiran Mahfud bakal sangat menguntungkan, terutama meredam situasi yang saat ini memanas. Ia menilai, saat ini Mahfud masih sakit hati dengan keputusan Jokowi dan partai koalisi yang memilih Ma'ruf. 

Namun, banyak orang yang berharap lebih dari sosok negarawan seperti Mahfud MD. “Meskipun tak menjadi aktor utama, tetapi masih dibutuhkan. Karena dengan kapasitas dan kepakaran, Mahfud memiliki posisi tertentu yang tidak dimiliki sosok lainnya,” ujar dia.

Ia menambahkan, dengan kegagalannya sebagai cawapres, Mahfud juga bisa mengindentifikasi pihak-pihak yang tidak suka terhadap dirinya. Dengan demikian, ia bisa menjadi lebih waspada dalam mengambil langkah. 

Baca Juga: PKS: Aher dan Mardani Siap Bantu Djoko Santoso

Kubu Jokowi-Ma'fud sudah menentukan nama koalisinya, yakni Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Namun, Jokowi, Ma'ruf, dan sembilan partai koalisi justru belum menentukan ketua tim pemenangan.

Sebaliknya, kubu penantang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, belum menentukan nama koalisinya, tetapi sudah menunjuk anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan. Koalisi Prabowo-Sandiaga juga sudah menentukan isu yang bakal diusung pada kampanye, yakni ekonomi. 

Baca Juga: Gerindra Fokus Tiga Isu Ekonomi pada Kampanye Pilpres 2019

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA