Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Politikus Nasdem Sindir Oposisi Soal Kursi Wagub DKI

Kamis 01 Nov 2018 14:56 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Sekjen Nasdem Johnny G Plate berbicara kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9).

Sekjen Nasdem Johnny G Plate berbicara kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9).

Foto: Republika/Bayu Adji P
'Urusan wagub DKI saja bertele-tele, tentu mengkhawatirkan mengurus negara.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny Plate menyindir polemik pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta antara Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia pun mempertanyakan kapasitas koalisi oposisi untuk mengurusi masalah yang lebih besar nantinya.

"Kalau urusan wagub DKI saja bertele-tele, dan susah mengambil keputusannya, maka tentu mengkhawatirkan apabila kepercayaan lebih besar mengurus negara yang lebih luas dan besar permasalahannya, bisa diselesaikan secara cepat," kata wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (1/11).

Kendati demikian, Johnny berharap polemik penunjukan wagub DKI Jakarta segera terselesaikan. Dia mengatakan, hal itu agar pemerintahan di Ibu Kota negara dapat berjalan baik dan efektif dengan terbantunya Gubernur Anies Baswedan oleh wakilnya.

Johnny menampik polemik yang terjadi antara Gerindra dan PKS terkait posisi wagub memberikan keuntungan tertentu bagi TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Dia menegaskan yang terpenting adalah segera terselesaikannya polemik pemilihan wagub DKI Jakarta.

"Yang kami sampaikan bukan soal untung atau rugi, tetapi bisa dibayangkan untuk masalah DKI yang relatif bagian dari Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan tepat dan cepat, bagaimana mengurus negara yang lebih besar? Itu yang kami sampaikan," katanya.

PKS dan Gerindra hanya bisa mengajukan dua nama ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selanjutnya, Anies akan mengirimkan nama calon ke DPRD DKI untuk dilakukan pemilihan.

Namun, PKS merasa berhak mengajukan dua kadernya, yakni Ahmad Syaikhu, dan Agung Yulianto. Sementara Ketua DPD Partai Gerindra DKI Muhammad Taufik bersikukuh dia yang berhak. 

Apalagi, Prabowo menyerahkan keputusan usulan nama calon wagub kepada Taufik. "Yah, senyum ajalah, itu tandanya bagus," kata Taufik saat dihubungi di Jakarta, Kamis (25/10). 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA