Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Alasan Kader PKS Dilarang Bawa Atribut Partai

Sabtu 01 Des 2018 05:07 WIB

Red: Didi Purwadi

Hidayat Nur Wahid

Hidayat Nur Wahid

Foto: dok. Republika
Sesuai keputusan DPTP PKS, para kader PKS diminta hadir menyukseskan Reuni 212.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diimbau untuk ikut meramaikan Reuni 212 yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Ahad (2/12). Namun, mereka dilarang membawa atribut partai dalam bentuk apapun.

''Kader PKS yang hadir, diimbau untuk ikuti apa yang menjadi ketentuan hukum dan ketentuan panitia, yaitu jangan bawa atribut partai,'' kata politisi senior PKS, Hidayat Nur Wahid, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, seperti dikutip dari Antara.

''Pastikan ini adalah dalam rangka menguatkan Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basariyah, watoniah, termasuk juga menguatkan NKRI,'' katanya. ''Karena itu, kawan-kawan akan datang juga dengan bendera merah putih karena memang kami menegaskan bahwa ya kita Islam, kita membela bendera tauhid, kita membela para ulama dan kita juga sekaligus adalah Indonesia.''

Hidayat mengatakan aksi 212 merupakan tradisi positif yang perlu terus dijaga. Karena, aksi yang sangat besar itu tetap bisa berjalan aman, tertib, dan damai. Bahkan, tidak ada rumput yang dirusak dalam aksi jutaan orang tersebut.

Menurut Hidayat, aksi 212 juga menjadi bukti bahwa Islam mengajarkan demokrasi, tidak anarki dan tidak membelah NKRI. ''Islam justru menguatkan NKRI,'' katanya.

HNW, sapaan akrab Hidayat, menyebut kader PKS sejak aksi 411 dan 212 tahun lalu selalu ambil bagian tanpa membawa atribut partai. Kehadiran kader PKS selalu menghadirkan sesuatu yang damai, aman, tertib dan tidak melanggar aturan.

Karena itu, menurut Hidayat, seruan agar para kadernya ikut Reuni 212 pada Ahad (2/12) besok bukan merupakan hal yang baru. Ia menilai seruan atau instruksi itu merupakan bagian dari tradisi PKS.

''Kalau Sohibul Iman menyampaikan semacam instruksinya, itu hanya penguatan saja dari apa yang selama ini memang sudah dilakukan,'' ujarnya. ''Tentu tidak ada sanksi kalau ada kader yang tidak hadir, karena ini adalah bagian daripada kebebasan sekaligus juga independensi.''

Sebelumnya Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, mengatakan partainya berkomitmen penuh ikut menyukseskan acara Reuni 212 yang akan digelar pada Ahad (2/12) di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Ia menginstruksikan kadernya hadir dalam acara tersebut.

Sohibul menegaskan bahwa PKS akan terus menjaga dan mendukung para ulama. Dukungan ini direalisasikan diantaranya dengan mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan para ulama, seperti Reuni 212.

''Sesuai keputusan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS, para kader PKS diminta hadir menyukseskan Reuni 212,'' kata Sohibul di Jakarta, Rabu (28/11). Meskipun meminta para kader PKS hadir dalam acara tersebut, namun dirinya meminta tidak menggunakan atribut partai dalam bentuk apapun.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA