Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Mendagri: Ada Motif Politik di Balik Temuan Ribuan KTP-El

Senin 10 Des 2018 13:00 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Esthi Maharani

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo

Tercecernya ribuan keping KTP-el menganggu pelaksanaan pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menduga ada motif politik di balik tercecernya ribuan keping KTP-el di Pondok Kopi, Jakarta Timur, beberapa hari lalu. Ia juga menyebut peristiwa ini menganggu pelaksanaan pemilu.

"Sekarang, kami sedang menginvestigasi siapa yang membuang KTP-el yang sudah kedaluwarsa dan belum dipotong di area persawahan di Jakarta Timur kemarin. Kamu tunggu hasil penyidikan tuntas dari polisi," ujar Tjahjo kepada wartawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12).

Namun, Tjahjo menilai, ada indikasi hal ini mengarah kepada kepentingan politik. "Walaupun (KTP-el) yang digunakan sudah kedaluwarsa, saya melihat ada indikasinya," tegasnya.

Tjahjo mengingatkan, persoalan KTP-el di tahun politik ini sangat sensitif. Pelaku yang membuang KTP-el harus dicari hingga kasus ini tuntas.

Dia juga menyebut, ada indikasi bahwa pihak yang terlibat dalam kasus saat ini sama dengan pihak di balik tercecernya ribuan KTP-el di Bogor, beberapa bulan lalu. "Yang sekarang tercecer di Duren Tiga, rumahnya kok berdekatan. Mudah-mudahan, bisa segera diungkap motivasinya," lanjut Tjahjo.

Dia mengakui, rangkaian persoalan KTP-el akhir-akhir ini menggangu sistem pemilu. Dia memandang sejumlah persoalan yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan sama halnya dengan isu uang palsu.

"Motifnya membuat gaduh atau apa, jelas semua sistem sudah bisa digunakan," tambahnya. 

Sebelumnya, Ketua RW 11 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Ipit Purwanto, mengatakan, jumlah KTP-el yang diduga dibuang di wilayahnya jumlahnya mencapai ribuan keping. Alamat yang tertera di ribuan KTP-el itu pun seluruhnya tercatat di Pondok Kelapa.

Ipit yang pertama kali mengamankan temuan itu sudah menghitung seluruh jumlah KTP-el yang ada. Dari seluruh temuan yang ada, jumlahnya mencapai 2.158 keping KTP-el.

"Semua KTP-el sudah kami lihat. Semuanya untuk Kelurahan Pondok Kelapa. (Alamatnya) dari semua RT dan RW yang ada di Pondok Kelapa," ujar Ipit ketika dihubungi Republika, Ahad (9/12).

Seluruh KTP-el tersebut ditemukan di area persawahan yang tidak jauh dari jalan raya. Tepatnya, di Jl Karyabakti 6, RT 03/RW 11, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA