Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

DPW PAN Kalsel Dukung Jokowi, TKN: Kami Semakin Percaya Diri

Jumat 14 Des 2018 04:07 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Esthi Maharani

 Ace Hasan Syadzily.

Ace Hasan Syadzily.

Foto: Humas DPR RI
Dukungan tersebut menambah amunisi bagi pasangan nomor urut 01

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Ace Hasan Syadzily menganggap adanya dukungan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Selatan menambah kepercayaan diri bagi TKN. Dukungan tersebut menurutnya menambah amunisi bagi pasangan nomor urut 01 tersebut.

"Kami semakin percaya diri karena ternyata partai koalisi kubu sebelah sudah berani terbuka untuk memberikan dukungannya," kata Ace di Jakarta, Kamis (13/12).

Sebelumnya Partai Demokrat juga mempersilakan kadernya untuk mendukung salah satu paslon. Selain itu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra juga secara pribadu menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf.

"Kami meyakini bisa saja ada beberapa partai lain yang akan semakin menunjukan dukungannya terhadap capres Jokowi-Maruf," ucapnya.

Dukungan PAN tersebut secara langsung berimplikasi bertambahnya kekuatan tim di daerah. Ia pun juga meyakini bahwa dukungan tersebut bukan hanya sekadar pandangan objektif terhadap sosok Jokowi, melainkan DPW PAN Kalsel juga tidak bisa berbuat banyak ketika warga di sana kecenderungannya memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Sementara itu Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Suhud Alynudin tak sepakat jika alasan kader PAN tersebut membelot lantaran tidak memberikan elektabilitas caleg. Menurutnya hal tersebut tergantung para caleg tersebut berkampanye.
 
"Beda Pilpres dengan Pileg itu, dia punya karakter sendiri, jadi tidak secara otomatis Pilpres pilihannya sama dengan Pileg," katanya.

Menurutnya kedekatan dengan masyarakat juga menjadi aspek yang paling penting bagi para caleg agar bisa menaikan elektabilitas. Tidak bisa menurutnya hanya karena tidak bisa dikampanyekan kemudian pindah haluan.

"Itu kan menyalahi sikap partai," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA